Ancaman Defisit Air, Ketersediaan Air Tanah di Maluku Menurun

  • 20 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Bukan hanya di permukaan, BMKG Stasiun Klimatologi Maluku memperingatkan bahwa cadangan air di dalam tanah (air tanah) di Provinsi Maluku juga menghadapi tekanan serius. Dalam peta prakiraan ketersediaan air tanah bulan September 2026, BMKG menyatakan bahwa seluruh wilayah Maluku umumnya berada dalam kategori Kurang.

Berdasarkan data prakiraan agroklimat, tidak ada satupun kabupaten atau kota di Maluku yang diprakirakan memiliki ketersediaan air tanah yang cukup atau cukup pada September 2026. Hal ini semakin memperkuat prediksi awal bahwa kekeringan akan menjadi isu utama di penghujung tahun 2026.

"Ketersediaan air tanah dengan kategori kurang dan sangat kurang diprakirakan terjadi di seluruh wilayah Provinsi Maluku. Hal ini berimplikasi pada kesulitan masyarakat untuk mendapatkan sumber air, baik untuk kebutuhan domestik, perkebunan, maupun pertanian," ungkap laporan tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang rendah dan sifat hujan bawah normal pada bulan-bulan berikutnya, sehingga resapan air ke dalam tanah tidak akan terjadi secara maksimal. BMKG mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan air bersih, menghindari pemborosan, serta memanfaatkan setiap potensi tampungan air hujan yang ada.

Pemerintah daerah setempat juga diharapkan segera melakukan langkah antisipasi, seperti optimalisasi program droping air bersih ke wilayah-wilayah rawan kekeringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....