Panen 27 Ikat Selada Hidroponik, Lapas Ambon Dukung Kemandirian Pangan
- 18 Agt 2026 19:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, Selasa 18 Agustus 2026.
Kali ini, Lapas Ambon sukses memanen sebanyak 27 ikat tanaman selada hidroponik hasil budidaya yang dikelola langsung di dalam area lapas.
Kegiatan panen raya ini turut dihadiri secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Kehadiran Kakanwil menunjukkan bentuk dukungan penuh terhadap berbagai inovasi dan program pembinaan produktif yang dijalankan di UPT Pemasyarakatan di wilayah Maluku.
Pelaksanaan panen selada hidroponik ini bukan sekadar rutinitas pembinaan biasa.
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dalam mendukung salah satu program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian.
Menariknya, seluruh hasil panen tersebut langsung diserap dan dijual kepada para pegawai di lingkungan Lapas Ambon sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk hasil karya warga binaan.
Hasil penjualan panen ini nantinya akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta sebagian diberikan sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat dalam proses produksi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Kakanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian yang diraih oleh Lapas Ambon.
Ia mengungkapkan bahwa program ketahanan pangan ini sangat strategis untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang berguna setelah mereka bebas nanti.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras jajaran Lapas Ambon yang terus konsisten mengimplementasikan program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Panen selada hari ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian berjalan efektif dan produktif. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang dimulai dari balik tembok lapas," ucap Ricky Dwi Biantoro.
Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara petugas dan warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas area dan variasi program pertanian ke depannya.
Dalam kesempatan yang sama, Hendra menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian dan kemandirian akan terus dioptimalkan agar warga binaan memiliki daya saing yang tinggi di masyarakat.
"Sebanyak 27 ikat selada yang kita panen hari ini adalah hasil dari ketekunan warga binaan yang didampingi oleh seksi kegiatan kerja. Kami berkomitmen untuk terus mencetak warga binaan yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat luas setelah menyelesaikan masa pidananya," ungkap Hendra.
Keberhasilan budidaya ini juga tidak terlepas dari pengawasan intensif yang dilakukan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Ambon.
Kasi Giatja Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa proses perawatan hingga masa panen membutuhkan kedisiplinan serta ketekunan tersendiri dari para warga binaan.
Zulkipli Salampessy menambahkan bahwa pendampingan teknis diberikan secara berkala agar hasil panen yang didapatkan memiliki kualitas yang optimal dan memuaskan.
"Kami selalu memberikan bimbingan teknis secara kontinu kepada para warga binaan mulai dari tahap penyemaian hingga masa panen tiba. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan, dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi pertanian modern di Lapas Ambon," ujar Zulkipli Salampessy.
Program pembinaan kemandirian ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para warga binaan yang terlibat secara aktif di lapangan. Salah satu warga binaan berinisial N, yang ikut serta dalam proses pengelolaan budidaya selada hidroponik tersebut, mengaku bersyukur dan bangga bisa mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru selama menjalani masa pidana di Lapas Ambon.
Warga binaan berinisial N berharap ilmu dan pengalaman berharga tentang hidroponik ini bisa menjadi bekal utama untuk membuka usaha mandiri kelak setelah kembali berkumpul bersama keluarga di tengah masyarakat.
"Saya sangat bersyukur bisa dilibatkan dalam program selada hidroponik ini. Selama di lapas, saya belajar banyak hal mulai dari cara merawat hingga memanen selada yang baik. Pengalaman ini sangat berharga, dan saya bertekad untuk menerapkannya di rumah saat saya bebas nanti," ungkap N.
Keberhasilan Lapas Ambon dalam memanen 27 ikat selada hidroponik ini menjadi bukti konkrit bahwa sistem pemasyarakatan saat ini tidak hanya berfokus pada pembinaan perilaku, tetapi juga transformasi keterampilan ekonomi yang produktif. Melalui sinergi yang kuat antara Kanwil Ditjenpas Maluku dan jajaran
Lapas Ambon, program kemandirian pangan ini diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan dampak positif yang luas, serta mampu mencetak warga binaan yang mandiri dan siap berintegrasi secara produktif di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....