Tomat Bunga, Si Kecil Asam Segar yang Semakin Langka di Pasar Mardika
- 16 Agt 2026 13:13 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Di tengah menjamurnya tomat bundar berukuran besar di pasaran, ada satu varietas lokal yang mulai terlupakan dan sulit ditemukan, yaitu tomat bunga. Di Pasar Mardika, Ambon, keberadaannya kini hanya mengandalkan satu atau dua pedagang yang masih menjualnya.
Tomat bunga memiliki ukuran yang relatif kecil, sekitar 4 hingga 5 cm, serta rasa yang cenderung lebih masam dan menyegarkan. Karakteristik inilah yang membuatnya sangat khas dan dicari untuk campuran sambal, seperti sambal ranti atau tempong, serta sebagai pelengkap sayur asam .
Meski digemari karena cita rasanya yang unik, tomat ini cukup sulit diburu. Di Pasar Mardika, harga tomat bunga dibanderol dengan kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per tumpuk. Harga yang tergolong terjangkau ini kontras dengan kelangkaannya di lapak pedagang.
Salah satu pembeli di Pasar Mardika, Dede, mengakui ia sengaja memburu tomat ini bukan hanya untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan bibit. Ia berencana menyemai dan menanamnya di pekarangan rumah. "Saya beli tomat ini untuk dijadikan bibit, nanti saya tanam di rumah," ungkapnya pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kepunahan Diam-Diam
Kelangkaan tomat bunga di pasaran bukan tanpa sebab. Jenis tomat yang dalam literatur ilmiah dikenal sebagai Lycopersicum pimpinellifolium ini sudah jarang dibudidayakan secara massal oleh petani komersial. Penyebab utamanya adalah masa simpan buah yang tidak selama tomat biasa . Selain itu, tomat ini saat ini hanya bertahan ditanam oleh sebagian kecil petani tradisional di beberapa daerah lokal di Nusantara, seperti di wilayah Jawa dan Indonesia Timur.
Meskipun jarang, tomat bunga memiliki keunggulan signifikan. Menurut penelitian, tomat ini mengandung likopen yang lebih tinggi dan kadar vitamin C tiga kali lipat dibandingkan tomat pada umumnya . Namun, keunggulan nutrisi ini belum sebanding dengan minat budidaya komersial.
Menyelamatkan Tomat Bunga
Menariknya, meski tergolong langka di pasar komersial, minat untuk menanam kembali varietas ini mulai muncul di kalangan konsumen seperti Dede. Ia berharap dengan menanam di pekarangan, keberadaan tomat bunga bisa terus lestari dan tidak punah.
Bagi Anda yang tertarik untuk mencari atau menanam kembali varietas ini, keberadaannya kini hanya bisa dijumpai di pedagang-pedagang tertentu, salah satunya di Pasar Mardika. Tomat ini bisa menjadi salah satu upaya pelestarian plasma nutfah CC sekaligus menikmati cita rasa autentik Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....