BKKBN Kenalkan Sekolah Siaga Kependudukan di Sekolah Rakyat 40 Ambon
- 12 Agt 2026 16:36 WIB
- Ambon
RRI.CO ID, Ambon — Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memperkenalkan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kepada Sekolah Rakyat Menengah Atas 40 Ambon. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pengenalan SSK dilakukan bersamaan dengan kegiatan Promosi dan Edukasi Pengenalan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 40 Ambon, Selasa (11/8/2026). Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku R. Affandy Z. Hassanusi, jajaran Sekolah Rakyat, guru, serta peserta didik.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan menjelaskan, SSK memungkinkan isu kependudukan dimasukkan ke dalam berbagai mata pelajaran yang ada di sekolah. Dengan pendekatan tersebut, materi kependudukan tidak hanya disampaikan melalui satu bidang pembelajaran.
“Bukan hanya bahasa Indonesia, tapi hampir semua mata pelajaran itu bisa diintegrasikan,” kata Edi.
Ia mencontohkan integrasi isu kependudukan dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika. Materi seperti statistik, survei, sensus sederhana, maupun pengumpulan data mengenai karakteristik siswa dapat digunakan untuk mengenalkan persoalan kependudukan kepada peserta didik.
Menurut Edi, BKKBN menawarkan dua program kepada Sekolah Rakyat, yakni pembentukan PIK-R dengan melibatkan siswa dan pengembangan SSK melalui peran guru dalam mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam mata pelajaran.
Ia berharap kedua program tersebut dapat membantu mengawal perkembangan generasi muda di Sekolah Rakyat sehingga memiliki pengetahuan, karakter, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.
“Harapannya melalui dua program ini kita bisa mengawal generasi-generasi muda yang ada di Sekolah Rakyat menjadi generasi yang bagus, mengawal kalian menjadi jembatan yang benar-benar kuat untuk bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku R. Affandy Z. Hassanusi menambahkan, pengembangan potensi siswa membutuhkan proses dan keberanian untuk terus belajar. Ia menegaskan setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pengalaman dan proses yang dijalani.
“Semua orang, semua anak punya potensi-potensi yang sama. Tidak ada orang, tidak ada anak satu pun yang tidak punya potensi,” kata Hassanusi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....