Mega Proyek Logistik Hub Maluku Diproyeksi Serap 6.000 Tenaga Kerja Lokal

  • 11 Agt 2026 22:34 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan kawasan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) diproyeksikan bakal membawa dampak besar bagi pemerataan ekonomi dan lapangan kerja di Provinsi Maluku. Proyek infrastruktur terpadu itu diperkirakan mampu menyerap sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru saat kawasan ekonomi di sekitarnya mulai berkembang.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menempatkan keberadaan MILH sebagai penggerak utama (prime economic mover) bagi perekonomian daerah. Kedudukan mega proyek ini dinilai setara dan saling melengkapi dengan proyek strategis nasional lainnya yang sedang berjalan di kawasan perairan Maluku, seperti pengelolaan Blok Masela.

Kehadiran dua mega proyek itu diyakini menjadi pilar utama dalam mentransformasi Maluku menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera. Selain menekan biaya serta meningkatkan efisiensi rantai pasok logistik antarpulau, pengembangan kawasan industri di sekitarnya akan membuka peluang kerja yang sangat luas bagi warga lokal.

Rencana besar penyerapan ribuan tenaga kerja ini makin mendekati kenyataan setelah Pemprov Maluku menggelar Rapat Koordinasi bersama Bappenas dan perwakilan Bank Dunia di Jakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pihak Bank Dunia telah menyatakan komitmennya untuk mendanai pembiayaan infrastruktur kawasan logistik terpadu tersebut.

Gubernur Hendrik menyatakan optimistis kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Bappenas, dan lembaga internasional akan memberikan dampak nyata bagi penurunan angka pengangguran. Kehadiran pusat logistik ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat serta memicu pertumbuhan sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya di Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....