Permintaan Buah Melonjak, Penyuplai di Ambon Kewalahan Layani SPPG

  • 11 Agt 2026 22:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Kota Ambon membawa dampak besar bagi para petani dan penyuplai hasil bumi. Namun, tingginya permintaan dari Satuan Pelaksana Pengelolaan Gizi (SPPG) membuat para penyuplai bahan pokok mengaku kewalahan memenuhi kebutuhan harian yang terus meningkat.

Salah satu penyuplai buah yang memasok kebutuhan SPPG Kota Ambon, Zadam, kepada RRI Selasa, (11/8/2026), melalui telepon genggam mengaku, permintaan yang datang saat ini sudah sangat bisa dikendalikan ketimbang awal mulanya program MBG ini dilaksanakan, karena jauh melampaui kapasitas yang biasa ia layani sebelumnya.

"Saya belum pernah merasakan tekanan seperti sekarang sejak program MBG berjalan. Setiap hari SPPG meminta jumlah yang sangat besar, dari ratusan kilogram kini naik menjadi berton-ton setiap minggunya."

Ditegaskan, ketika tidak mampu mencukupi permintaan SPPG, maka dirinya harus mengambil buah impor dari pasar, bahkan sering kali harus berkeliling ke pulau-pulau terdekat dan kabupaten lain untuk memenuhi kuota yang diminta.

"Jujur saja, awalnya itu kami sempat kewalahan. Permintaan terus naik setiap minggu. Kadang kuota yang diminta melebihi ketersediaan di pasaran. Kami harus berjuang mencari buah segar dari Pulau Seram. Tenaga kerja juga kurang, kami harus lembur setiap hari memilah dan mengemas agar buah tetap segar saat dikirim ke titik-titik MBG. Permintaan dari SPPG sangat besar, sementara pasokan dari petani belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan yang begitu drastis ini," ungkapnya.

Ditambahkan, kendala yang paling sering dihadapi adalah trasportasi dalam menyuplai buah segar. Jarak dan medan tempuh yang cukup sulit menjadi tantangan, sementara waktu pengiriman sangat ketat untuk memenuhi kuota.

Diharapkan, Pemerintah melalui SPPG dan Dinas Pertanian Kota Ambon dapat memberikan solusi nyata, baik berupa penambahan waktu pengumpulan, dukungan logistik, maupun peningkatan kapasitas lahan pertanian agar pasokan dapat berjalan berkelanjutan.

"Kami mendukung program yang baik ini untuk anak-anak Ambon. Tapi kami juga butuh dukungan agar tidak terus-menerus kewalahan. Kalau terus begini, takutnya pasokan terganggu dan kualitas buah juga tidak terjaga dengan baik," pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri memang membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi rantai pasok pangan di Ambon. Di satu sisi membuka peluang pasar yang sangat besar bagi para petani dan penyuplai, namun di sisi lain menuntut kesiapan yang belum sepenuhnya terbangun, agar program MBG tetap berjalan lancar dan ketersediaan buah segar di Ambon terjamin untuk pemenuhan gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....