Gerakan Menanam GPM, 2 Ribu Anakan Cengkeh Disalurkan ke Jemaat Aru Selatan

  • 10 Agt 2026 20:56 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Gereja Protestan Maluku (GPM) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Maluku akan menggelar gerakan penanaman 2.000 bibit cengkeh di wilayah Klasis GPM Aru Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan menanam pohon GPM sekaligus upaya mendorong pemanfaatan lahan gereja untuk kepentingan ekonomi dan kesejahteraan jemaat.

Gerakan penanaman tersebut merupakan hasil kerja sama Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM dengan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku.

Sebanyak 2.000 bibit cengkeh dijadwalkan dikirim ke wilayah Aru Selatan pada 14 Agustus 2026. Setelah bibit tiba, penanaman direncanakan berlangsung secara serentak pada minggu ketiga Agustus 2026 di jemaat-jemaat yang berada dalam wilayah Klasis GPM Aru Selatan.

Salah satu lokasi yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut adalah lahan-lahan milik gereja yang selama ini dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh jemaat.

Penatua sekaligus anggota MPH Sinode GPM, Phil Latumaerissa mengatakan, gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk respons gereja terhadap kondisi kehidupan masyarakat dan umat yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

Menurutnya, gereja tidak hanya memiliki peran dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi jemaat.

Penanaman cengkeh dipandang sebagai salah satu langkah jangka panjang. Tanaman yang dirawat dengan baik diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi jemaat dan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.

Gerakan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Gerakan Menanam Pohon Gereja Protestan Maluku, dengan melibatkan jemaat sebagai bagian penting dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Cengkeh sebagai Potensi Ekonomi Maluku

Pemilihan cengkeh dalam gerakan ini juga memiliki kaitan erat dengan potensi ekonomi daerah. Cengkeh termasuk komoditas perkebunan unggulan Provinsi Maluku bersama pala dan kelapa. Dokumen perencanaan sektor pertanian Maluku juga mencatat cengkeh sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Pemerintah Provinsi Maluku sebelumnya juga mendorong pengembangan komoditas unggulan perkebunan, termasuk cengkeh, pala, kelapa dan kakao, sebagai bagian dari penguatan ekonomi serta pengembangan hilirisasi komoditas daerah.

Pengembangan komoditas perkebunan tersebut dinilai penting karena struktur ekonomi Maluku masih banyak ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan dan kelautan. Pemerintah daerah juga menilai pengembangan komoditas unggulan dapat menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Mendukung Semangat Asta Cita

Gerakan penanaman 2.000 bibit cengkeh di Aru Selatan juga dapat ditempatkan dalam konteks dukungan terhadap agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput, mengembangkan potensi daerah, serta membangun ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Keterlibatan GPM dan pemerintah dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lembaga keagamaan, komunitas, masyarakat dan pemerintah memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing.

Bagi jemaat di Aru Selatan, lahan gereja yang dimanfaatkan untuk penanaman cengkeh diharapkan dapat menjadi aset produktif. Dengan pengelolaan yang baik, lahan tersebut bukan hanya memiliki fungsi sosial dan pelayanan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi jemaat.

Namun, keberhasilan gerakan ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam. Pemeliharaan, pendampingan, keberlanjutan tanaman, serta pengelolaan hasil perkebunan menjadi bagian penting agar gerakan tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bukan Sekadar Menanam Pohon

Gerakan penanaman cengkeh di Aru Selatan pada akhirnya diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, gerakan ini diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menanam, merawat dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Penanaman juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ketika tanaman tumbuh dan menghasilkan, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan oleh jemaat dan masyarakat melalui peningkatan produktivitas serta peluang ekonomi baru.

Sinergi antara GPM, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan jemaat-jemaat di Aru Selatan menjadi modal penting untuk memastikan program tersebut berjalan secara berkelanjutan.

Dengan pengembangan cengkeh yang terarah, gerakan ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan dari tingkat komunitas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Melalui penanaman 2.000 bibit cengkeh tersebut, GPM tidak hanya mendorong gerakan penghijauan, tetapi juga berupaya menghadirkan langkah nyata dalam menjawab tantangan ekonomi umat melalui pemanfaatan potensi dan sumber daya lokal.

Gerakan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan ketika masyarakat, lembaga keagamaan dan pemerintah membangun kerja sama yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....