Pemkab Bursel Didorong Siapkan SDM Lokal, Sambut Hilirisasi Ubi Kayu

  • 10 Agt 2026 08:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) didorong segera menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menyambut program hilirisasi ubi kayu di daerah tersebut. Kesiapan tenaga kerja lokal dinilai penting agar manfaat investasi dan industri yang masuk dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Wardis Girsang mengatakan pengembangan industri hilirisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal. Olehnya itu, tenaga kerja setempat perlu dipersiapkan agar industri yang dibangun tidak menjadi enclave atau menara gading di tengah masyarakat.

“Tenaga kerja lokal harus disiapkan, supaya industri yang masuk tidak menjadi enclave atau menara gading di tengah masyarakat,” kata Wardis dalam dialog di PRO1 RRI Ambon.

Menurut Wardis, hilirisasi membutuhkan perubahan pola ekonomi dari sekadar menjual bahan mentah menuju pengolahan produk yang memiliki nilai tambah. Perubahan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memulai peningkatan kapasitas masyarakat sejak awal sebelum industri hilirisasi beroperasi. Program pelatihan dan pengembangan keterampilan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata industri agar tenaga kerja lokal memiliki peluang mengisi posisi yang tersedia.

“Jangan sampai investasinya ada, industrinya ada, tetapi tenaga kerja terampilnya justru didatangkan dari luar daerah,” ujarnya.

Prof. Wardis menilai hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan memiliki peluang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah. Namun, peluang tersebut harus dibangun secara bertahap dengan memastikan masyarakat lokal memiliki kapasitas untuk terlibat dalam rantai nilai industri.

Selain kesiapan SDM, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek ekologi dalam pengembangan hilirisasi ubi kayu. Persoalan hak tanah ulayat dan penguatan kelembagaan petani juga perlu menjadi bagian dari perencanaan agar pengembangan industri tidak menimbulkan persoalan baru.

Dengan memperhatikan aspek SDM, lingkungan, tanah ulayat, dan kelembagaan petani, hilirisasi diharapkan dapat berjalan lebih inklusif. Investasi yang masuk pun diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Buru Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....