Wujud Nnyata Ketahanan Pangan, Lapas Geser Sukses Panen 38 Ikat Sawi Hidroponik

  • 06 Agt 2026 12:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali membuktikan konsistensinya dalam memberikan pembinaan dan pendampingan bagi warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan metode pertanian modern, Lapas Geser sukses menggelar panen 38 ikat sayuran sawi hidroponik, Kamis 6 Agustus 2026. Kegiatan panen ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabang Lapas Geser, petugas, serta warga binaan.

Kasubsi Pembinaan Lapas Geser, Junaidi Laisouw, menjelaskan bahwa program budidaya hidroponik ini merupakan langkah nyata Lapas Geser dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini juga bertujuan mengoptimalkan sarana pembinaan kemandirian untuk membentuk karakter dan mental kerja yang positif bagi warga binaan.

“Melalui program ini, kami tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan teknis pertanian modern, tetapi juga membentuk mental kerja yang produktif. Kami berharap keahlian budidaya hidroponik ini dapat menjadi modal usaha yang bernilai ekonomis bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti. Hari ini kita berhasil memanen 38 ikat sayur sawi; sebanyak 30 ikat langsung diborong oleh masyarakat, petugas, dan ibu-ibu DWP, sedangkan sisanya akan dikonsumsi oleh warga binaan melalui pihak pengelola bahan makanan,” jelas Junaidi.

Pengembangan metode hidroponik ini turut mendapat apresiasi dari perwakilan DWP Cabang Lapas Geser, Asnaini Rumaratu, yang hadir langsung untuk memetik hasil panen. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat sawi yang tumbuh subur, bersih, dan segar. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk tetap produktif.

“Kegiatan ini bukan sekadar memetik hasil panen, melainkan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas. Terima kasih kepada pihak Lapas Geser yang telah memfasilitasi kegiatan luar biasa ini. Semoga program ketahanan pangan dan pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut serta semakin berkembang,” ungkap Asnaini.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid. Ia menyoroti sinergi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Panen ini menjadi wujud nyata dari kerja keras bersama. Semoga hasil yang diperoleh membawa berkah sekaligus memotivasi kita semua untuk terus meningkatkan produktivitas ke depannya,” tuturnya.

Dampak positif dari program ini juga dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial JR mengaku bersyukur dan bangga karena dapat mengikuti seluruh proses budidaya, mulai dari awal penanaman hingga masa panen tiba.

“Saya sangat bersyukur bisa terlibat langsung dari proses penyemaian hingga panen. Pembinaan ini memberikan ilmu dan keterampilan baru. Dulu kami hanya sekedar tahu ternyata ada metode menanam sayuran tanpa tanah, sekarang kami lebih paham dari segi teknik pengelolaan nutrisi hingga perawatannya dengan jenis sayuran sawi. Ini menjadi bekal berharga bagi saya agar nanti setelah bebas bisa membuka usaha pertanian hidroponik mandiri untuk menopang perekonomian keluarga,” ujar JR.

Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa pihaknya akan terus konsisten menghadirkan program pembinaan yang humanis, aplikatif, dan berorientasi pada masa depan warga binaan.

“Masa lalu adalah pelajaran, namun masa depan adalah milik mereka yang mau berusaha. Kami di Lapas Geser akan selalu hadir untuk mendukung setiap langkah perubahan warga binaan ke arah yang lebih baik,” ujar Nober. Ia juga berharap seluruh warga binaan dapat memanfaatkan waktu di lapas untuk belajar dan memperbaiki diri. Dengan begitu, saat bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang terampil, produktif, dan membawa perubahan positif.

Melalui panen sayuran hidroponik ini, Lapas Geser membuktikan bahwa tembok Lapas bukan penghalang untuk berkarya. Program pembinaan yang berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi aktif bagi perekonomian masyarakat setelah bebas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....