Inovasi Pala Voor MBG Sukses Tingkatkan Literasi Keamanan Pangan di Maluku
- 15 Jul 2026 16:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Inovasi “Pala Voor MBG” yang digagas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon sukses meningkatkan literasi keamanan pangan bagi pengelola SPPG, relawan, tenaga gizi, hingga siswa penerima manfaat. Program yang mulai dijalankan sejak 2025 itu menjadi salah satu upaya preventif untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman dan berkualitas di Maluku.
Koordinator Inovasi Pala Voor MBG sekaligus Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Ambon, M. Viva Agusta mengatakan melalui inovasi tersebut, BPOM di Ambon menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi, bimbingan teknis, serta pendampingan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG. Efektivitas program kemudian diukur melalui evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta menggunakan metode pre test dan post test.
"Kami mengukur peningkatan pengetahuan melalui pre test dan post test, sehingga bisa diketahui sejauh mana materi yang diberikan dipahami oleh peserta," kata M. Viva Agusta, Rabu 15 Juli 2026.
Dijelaskan, hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan penjamah pangan di SPPG mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2025, nilai rata-rata peserta meningkat dari 40 menjadi 90 atau naik 125 persen.
Peningkatan literasi juga terlihat pada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan tenaga gizi yang mengikuti bimbingan teknis. Pada 2025 peningkatan pengetahuan mencapai 9,30 persen, sementara pada 2026 meningkat menjadi 21,7 persen.
"Kami juga memberikan edukasi kepada siswa agar mereka memahami pentingnya keamanan pangan. Hasilnya, indeks pengetahuan siswa meningkat 44,23 persen, dari nilai awal 52 menjadi 75," ujarnya.
Selain peningkatan pengetahuan, BPOM di Ambon juga mengukur tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan inovasi Pala Voor MBG. Survei menunjukkan tingkat kepuasan sekolah mencapai 88,5 persen, sedangkan kepuasan SPPI dan pengelola SPPG mencapai 98,60 persen.
Ditambahkan, peningkatan literasi keamanan pangan menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan Program MBG. Dengan pemahaman yang semakin baik dari pengelola maupun penerima manfaat, diharapkan keamanan pangan dapat terus terjaga sehingga risiko kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan dapat dicegah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....