Maluku Defisit Telur, Pemerintah Dorong Swasembada
- 04 Mar 2026 11:55 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Provinsi Maluku saat ini mengalami defisit telur karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku Achmad Jais Ely, menyatakan kebutuhan harian masyarakat khusus untuk komoditas telur mencapai 17.538 kilogram.
Menurutnya, peternak lokal hanya bisa memenuhi kebutuhan di sekitar lokasi peternakan. Akibatnya, sebagian stok telur masih harus didatangkan dari luar provinsi untuk mencukupi permintaan.
“Jadi Maluku masih defisit telur, sehingga kita masih membutuhkan didatangkan dari luar,” ujarnya saat dialog di Pro1 RRI Ambon, Rabu 4 Maret 2026.
Dikatakam, Pemerintah Provinsi mendorong upaya swasembada telur melalui pengembangan peternakan ayam petelur. Hal ini meniru keberhasilan Maluku yang sebelumnya sudah swasembada daging sapi.
“Kita sudah swasembada daging, Maluku juga harus swasembada telur dan upaya-upaya terus dilakukan,” kata kadis.
Lanjut dikatakan, dalam pekan ini ada masuk stok telur sebanyak 56.914 kilogram dan diharapkan dapat menstabilkan pasokan sementara. Namun, pemerintah menekankan agar ke depan impor telur dari luar provinsi bisa dikurangi atau bahkan dihentikan.
“Investasi dan dukungan investor di bidang peternakan ayam petelur dinilai penting untuk mencapai swasembada. Dengan begitu, setiap kabupaten/kota bisa memiliki cadangan telur sendiri sebagai buffer stock dan distribusi internal lebih efisien,” ucapnya penuh harap.
Ditambahkan, swasembada telur akan menguntungkan masyarakat dan ekonomi Maluku. Jika semua langkah dilakukan, Maluku tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga berpotensi menjadi pemasok telur ke wilayah lain.