Produksi Beras Maluku Naik, Lahan Sawah Dimaksimalkan

  • 23 Feb 2026 10:02 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sukses mendorong peningkatan produksi beras di Maluku. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda kepada RRI, Senin 23 Februari 2026.

Dikatakan, pada tahun 2025, produksi beras Maluku mencapai 59 ribu ton, naik dari 50 ribu ton pada tahun 2024. Kenaikan yang tercatat 13,9 persen ini, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Peningkatan produksi didorong program luas tambah tanam (LTT) padi sawah dan padi gogo. Target awal LTT sebesar 26 ribu hektare berhasil terlampaui dengan capaian 28 ribu hektare.

Disamping itu, produktivitas padi juga menunjukkan tren positif. Dari 33,9 ton per hektare pada 2024, meningkat menjadi 51 ton per hektare pada 2025.

“Dan tahun 2026 ini, kita sudah komitmen dengan semua kabupaten/kota untuk tetap mempertahankan terutama dalam meningkatkan produksi dan produktivitas,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk program cetak sawah baru atau ekstensifikasi menjadi strategi krusial pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, pada 2025, kegiatan ini mencakup sekitar 2.000 hektare di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Tahun 2026, pemerintah menargetkan Optimasi Lahan Sawah (Oplah) seluas 3.000 hektare. Lahan yang sebelumnya tidak berfungsi akan diaktifkan kembali untuk meningkatkan produksi beras.

“Dari total luas baku sawah 17.900 hektare, yang berfungsi baru 10.000 hektare. Dengan program Oplah, pemerintah optimis produksi dan produktivitas pertanian di Maluku akan terus meningkat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....