Gubernur Maluku Instruksikan Peserta Seminar LKLB Jadi Juru Damai
- 12 Feb 2026 22:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan pentingnya literasi keagamaan sebagai instrumen utama dalam menjaga jati diri daerah. Hal ini disampaikan dalam Seminar Penguatan Karakter Bangsa untuk mendukung visi Asta Cita yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda Maluku, Sadali Ie, Gubernur menekankan bahwa penguatan karakter bangsa berbasis semangat "Hidup Orang Basudara" adalah hal yang sangat mendasar bagi pembangunan Maluku ke depan.
Gubernur menyoroti bahwa visi besar Asta Cita hanya dapat tercapai jika stabilitas sosial dan persatuan terjaga. Oleh karena itu, pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dianggap sebagai solusi cerdas dalam merawat kemajemukan.
"Kita punya warisan leluhur berupa semangat hidup orang basudara. Inilah jati diri kita. Saya berharap akademisi, tokoh agama, dan seluruh peserta dapat menjadi juru kampanye perdamaian melalui pendekatan literasi yang inklusif," kata Gubernur dalam naskah yang dibacakan Sekda Sadali Ie.
Seminar hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Maluku, Institut Leimena, Yayasan Sombar dan lainnya ini diikuti 150 perwakilan kepala sekolah, guru, dan alumni LKLB.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Sarlota Singerin, menyatakan bahwa sekolah diproyeksikan menjadi pusat persemaian nilai-nilai tersebut.
"Kami berkomitmen memperkuat persatuan melalui pendidikan. Maluku harus menjadi laboratorium orang basudara, di mana praktik baik literasi keagamaan dari berbagai daerah bisa diadaptasi di sekolah-sekolah kita," ungkap Sarlota.
Direktur Institut Leimena, Matius Ho, menambahkan bahwa langkah Maluku ini sangat relevan karena Literasi Keagamaan Lintas Budaya telah diakui di level ASEAN sebagai metode efektif memperkuat kerukunan.
Senada dengan hal itu, Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang turut hadir memberikan dukungan penuh. Ia berharap kegiatan ini menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam polarisasi sosial yang merusak tatanan persaudaraan di Maluku dan Ambon pada khususnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....