Kenangan Manis Long Weekend Idul Adha 2026: Dari Cuti Bersama hingga WFH 29 Mei

  • 28 Mei 2026 09:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Air mata haru dan tawa bahagia masih terasa hangat bagi jutaan perantau yang memanfaatkan rangkaian libur panjang Idul Adha 1447 H beberapa waktu lalu. Pemerintah memang telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, namun yang membuat momen itu terasa istimewa adalah kebijakan cuti bersama, WFH, serta sambungan akhir pekan dan Hari Pancasila.

Bagi sebagian besar pekerja, libur panjang kali ini bagaikan "durian runtuh" yang datang di pertengahan tahun. Berikut kilas balik rangkaian liburan yang baru saja kita lewati:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha (Libur Nasional)

  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha

  • Jumat, 29 Mei 2026: WFH (Bekerja dari Rumah) bagi banyak instansi

  • Sabtu-Minggu, 30–31 Mei 2026: Libur akhir pekan

  • Senin, 1 Juni 2026: Libur Hari Pancasila

Dengan skema ini, masyarakat yang mengambil cuti sukarela pada Jumat (29/5) bisa menikmati enam hari libur penuh tanpa kerja. Sementara yang hanya WFH, setidaknya merasakan long weekend lima hari berturut-turut.

Salah satu sorotan paling positif dari rangkaian libur kemarin adalah kebijakan WFH pada Jumat, 29 Mei. Alih-alih terjebak macet arus balik di akhir pekan, banyak pekerja justru bisa memperpanjang masa mudik tanpa harus kehilangan hari kerja. Mereka bekerja dari kampung halaman sambil tetap menikmati suasana Idul Adha bersama keluarga.

Tidak seperti mudik Lebaran yang cenderung tergesa-gesa, mudik Idul Adha tahun ini terasa lebih santai. Banyak perantau yang memanfaatkan waktu panjang ini untuk ikut serta dalam prosesi pemotongan hewan kurban di kampung halaman, sesuatu yang jarang mereka dapatkan di perantauan.

Kejutan manis lainnya adalah sambungan libur yang langsung menyentuh Hari Pancasila pada 1 Juni 2026. Hari libur nasional di awal bulan itu membuat arus balik tidak terjadi secara instan, melainkan terbagi menjadi dua gelombang: gelombang pertama pada Sabtu-Minggu (30-31 Mei) dan gelombang kedua pada Senin malam (1 Juni) setelah peringatan Hari Pancasila.

Bagi para perantau yang melewatkan mudik kemarin, cerita dari kerabat dan media sosial menjadi pengingat bahwa momen seperti ini tidak boleh disia-siakan di kemudian hari. Kombinasi antara libur keagamaan, cuti bersama, WFH, dan sambungan hari besar nasional ternyata menciptakan durasi istirahat yang sempurna untuk pulang kampung.

Pemerintah sendiri akan melakukan evaluasi berkala mengenai dampak cuti bersama dan pemberlakuan sistem kerja fleksibel terhadap roda perekonomian dan produktivitas nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....