Perjuangan Pedagang Kecil Pelabuhan Slamet Riyadi di Tengah Fluktuasi Ekonomi

  • 25 Apr 2026 11:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu, para pedagang kecil di Pelabuhan Slamet Riyadi, Ambon, terus berupaya bertahan hidup dengan mengandalkan aktivitas bongkar muat kapal. Salah satunya adalah Ibu Suaimah, pedagang nasi kuning dan ikan asar yang setiap harinya harus berjibaku dengan ketidakpastian jadwal kapal serta kenaikan harga bahan pokok yang kian menghimpit daya beli masyarakat kelas bawah.

Kondisi ekonomi yang fluktuatif memaksa para pedagang asongan seperti Ibu Suaimah untuk bekerja lebih keras demi menjaga dapur tetap mengepul. Selain menghadapi persaingan yang kian ketat di area dermaga, mereka juga harus bersaing dengan kemudahan akses logistik modern. Meski usia tak lagi muda, para pedagang ini tetap gesit menyisir setiap sudut pelabuhan demi menawarkan dagangan kepada penumpang dan buruh bagasi.

Ketidakpastian jadwal kedatangan kapal menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pendapatan harian para pedagang. Guna menyiasati risiko dagangan tidak laku, Ibu Suaimah seringkali menerapkan strategi jemput bola dengan naik ke atas dek kapal sebelum lepas tali. Langkah berisiko ini terpaksa diambil demi memastikan satu atau dua bungkus nasi terjual di tengah situasi dermaga yang kadang sepi.

Bagi masyarakat kelas bawah di Kota Ambon, modal utama dalam menghadapi gempuran modernisasi pelabuhan bukanlah kapital yang besar, melainkan ketangkasan fisik dan kepercayaan pelanggan. Fokus utama mereka adalah mampu membiayai pendidikan anak dan memastikan kebutuhan dasar keluarga terpenuhi, meski kalkulasi ekonomi nasional seringkali tidak berpihak pada pelaku usaha mikro seperti mereka.

Kisah perjuangan di Pelabuhan Slamet Riyadi ini menjadi potret nyata determinasi rakyat kecil yang menjadi tulang punggung denyut nadi pelabuhan. Di tengah badai ketidakpastian energi dan pangan, semangat pantang menyerah para pedagang asongan tetap menjadi penggerak ekonomi lokal. Diharapkan adanya perhatian lebih terhadap stabilitas harga bahan pokok guna menjaga keberlangsungan hidup para pejuang ekonomi di sektor informal ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....