Lonjakan Arus Balik Lebaran 2026 di Lintasan Hunimua-Waipirit Mencapai 57 Persen
- 27 Mar 2026 12:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon bersama jajaran Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku dan Dinas Perhubungan Maluku, berkoordinasi intensif mengantisipasi lonjakan signifikan arus balik Lebaran 1447 H (2026) di lintasan penyeberangan utama Hunimua-Waipirit.
Berdasarkan data prediksi yang dirilis ASDP, puncak arus balik di lintasan tersebut diperkirakan terjadi pada H+6 hingga H+8 Lebaran, atau rentang waktu 27-29 Maret 2026. Data tersebut menunjukkan tren peningkatan volume lalu lintas yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode puncak arus mudik maupun H+1 hingga H+5.
Jika pada periode arus mudik (13-20 Maret 2026, H-8 s.d H-1) total penumpang tercatat sebanyak 60.275 orang, maka pada puncak arus balik (27-29 Maret 2026), jumlah penumpang diprediksi meledak menjadi 26.797 orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan persentase tertinggi dibandingkan parameter data lainnya, yaitu mencapai 57% jika dibandingkan dengan data realisasi arus balik di periode yang sama pada tahun 2025 (17.115 penumpang).
Secara rinci, peningkatan jumlah penumpang pejalan kaki diprediksi naik drastis sebesar 76% (dari 4.980 pada 2025 menjadi 8.759 pada 2026). Sementara penumpang di dalam kendaraan diperkirakan naik 49% (dari 12.135 pada 2025 menjadi 18.038 pada 2026).
Pertumbuhan Kendaraan Roda Dua Mendominasi
Selain penumpang, volume kendaraan pada puncak arus balik juga diprediksi mengalami peningkatan signifikan. Total kendaraan diperkirakan mencapai 6.607 unit, tumbuh 69% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebanyak 3.900 unit.
Peningkatan volume kendaraan didominasi oleh kendaraan roda dua, yang diprediksi naik 83% (dari 2.534 pada 2025 menjadi 4.648 pada 2026). Sementara kendaraan roda empat (kendaraan kecil) diprediksi naik 47% (dari 979 pada 2025 menjadi 1.437 pada 2026). Peningkatan juga terjadi pada sektor kendaraan logistik, di mana truk diprediksi naik 33% dan bus naik 46%.
Langkah Antisipasi
Menyikapi data prediksi yang menunjukkan lonjakan signifikan ini, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon dan jajaran BPTD Kelas II Maluku,bersama Dinas Perhubungan Maluku tengah mematangkan berbagai langkah antisipasi.
"Kami menyadari adanya lonjakan yang sangat tinggi, terutama pada H+6 hingga H+8, khususnya untuk penumpang dan kendaraan roda dua. Koordinasi dengan BPTD dan Dinas Perhubungan Maluku, sangat krusial, terutama dalam hal pengaturan jadwal kapal, rekayasa lalu lintas di sekitar pelabuhan, serta memastikan kesiapan armada dan layanan," ujar Syamsudin Tanassy General Manager ASDP Cabang Ambon.
Sejumlah langkah strategis yang tengah dipersiapkan antara lain:
Optimalisasi Armada Kapal ASDP akan mengerahkan seluruh armada kapal ferry yang laik laut untuk beroperasi di lintasan Hunimua-Waipirit. Penyesuaian jadwal keberangkatan akan dilakukan untuk memaksimalkan frekuensi penyeberangan pada jam-jam puncak.
Peningkatan Layanan di Pelabuhan,ASDP akan menyiagakan posko pelayanan terpadu, menambah loket tiket (khususnya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki), serta memperluas area parkir siap muat di pelabuhan, serta Rekayasa Lalu Lintas. Bertje Minanlarat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....