Tiket Mudik Gratis Maluku Diselewengkan Calo, Dishub Gandeng Aparat Tindak Tegas

  • 19 Mar 2026 11:43 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Masyarakat pengguna jasa transportasi laut rute Pelabuhan Tulehu (Maluku Tengah) menuju Amahai (Maluku Tengah) dibuat resah oleh aksi para calo. Tiket mudik yang seharusnya didapatkan secara cuma-cuma dari pemerintah, justru diperjualbelikan secara ilegal demi keuntungan pribadi.

Salah satu calon penumpang, Sulastri, mengaku sangat kecewa dengan kondisi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan tiket di loket resmi seringkali habis dalam waktu singkat, namun di saat yang sama, tiket justru beredar di tangan calo.

"Kami sudah datangi loket, tetapi dikabarkan tiket sudah habis. Kami minta perhatian serius dari pemerintah atas persoalan ini karena sangat memberatkan masyarakat," keluh Sulastri kepada RRI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiket gratis tersebut dibanderol oleh para calo dengan harga berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000. Ironisnya, dugaan keterlibatan oknum pihak perusahan pelayaran dan para calo yang nota bena sering beroperasi di lokasi kejadian juga mencuat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semuel Huwae saat dikonfirmasi RRI tidak menampik adanya praktik kotor tersebut. Ia mengaku telah menerima laporan mengenai sejulah oknum yang bermain di Pelabuhan Tulehu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan aparat untuk menindak tegas pihak-pihak yang menarik untung di atas penderitaan masyarakat. Sangat disayangkan, ada laporan keterlibatan oknum tertentu di Pelabuhan Tulehu saat kejadian kemarin (Rabu red)," ucap Huwae dengan tegas Kamis 19 Maret 2026.

Alokasi tiket gratis meningkat drastis Trayek Tulehu - Amahai selama ini dilayani oleh kapal cepat milik PT Dharma Indah. Tahun ini, perusahaan milik John Quelju tersebut mengelola ribuan tiket mudik gratis dari Kementerian Perhubungan RI.

Secara keseluruhan, kuota tiket gratis untuk Provinsi Maluku tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan berkat upaya Pemerintah Daerah. Di mana alokasi tahun 2025 sebanyak 10.610 tiket. Sedangkan kuota awal tahun 2026 sebanyak 14.000 tiket, kembali mengalami penambahan menjadi otak kuota final 26.500 tiket atau naik 160 persen.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berharap agar umat Muslim di Maluku dapat memanfaatkan fasilitas mudik gratis ini dengan nyaman. Penambahan kuota hingga 26.500 tiket tersebut disetujui Menteri Perhubungan setelah Gubernur melayangkan surat permohonan resmi guna memastikan kelancaran arus mudik di wilayah kepulauan ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap melapor jika menemukan praktik pungutan liar atau calo tiket agar program pemerintah ini tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. (Bertje Minanlarat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....