Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama

  • 07 Feb 2023 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) memasuki usia 100 tahun pada 16 Rajab 1444 H atau 7 Februari 2023. Untuk diketahui, NU didirikan di Surabaya, Jawa Timur pada 16 Rajab 1344 H yang bertepatan dengan 31 Januari 1926.

Baca juga: Rais 'Aam PBNU Ajak Nahdliyin Siapkan Mental Hadapi Abad Kedua

Berdirinya NU tak terlepas dari peran ulama khususnya dari kalangan pesantren. Adapun tokoh pendiri NU terkenal adalah KH Hasyim Asy’ari yang menjadi Rais Akbar NU.

Banyak tokoh pendiri lain seperti KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri yang menjadi Rais ‘Aam NU. Kepemimpinan NU terus diestafetkan dari generasi ke generasi sampai akhirnya menginjak usia 100 tahun.

Kini NU menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. Melansir laman NU Online, berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan respons dari berbagai problem keagamaan.

Peneguhan mazhab, serta alasan-alasan kebangsaan dan sosial masyarakat. Mulanya sekitar 1924, KH Abdul Wahab Chasbullah menggagas pendirian Jam'iyyah yang disampaikan langsung ke KH Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Presiden Harap Abad Kedua Jadi Momentum Kebangkitan NU

Tujuannya untuk meminta persetujuan dari Bapak Umat Islam Indonesia ini. KH Hasyim Asy'ari akhirnya melakukan salat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga mengkaji secara mendalam tentang organisasi yang akan berdiri itu. Petunjuk istikharah KH Hasyim Asy'ari tidak jatuh di tangannya untuk mengambil keputusan.

Namun, petunjuk itu justru diterima KH Cholil Bangkalan yang merupakan guru dari KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah. Dari petunjuk tersebut akhirnya organisasi NU berdiri.

Lika-liku lahirnya NU tidak banyak bertumpu pada perangkat formal sebagaimana lazimnya pembentukan organisasi. NU lahir berdasarkan petunjuk Allah SWT dengan fungsi ide dan gagasan tidak terlihat mendominasi.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....