KemenPPPA Kecam Kekerasan Seksual terhadap Pelajar di Misel
- 18 Feb 2023 20:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengecam keras kasus kekerasan seksual dilakukan seorang oknum guru. Oknum berasal dari Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara itu tega melakukan kekerasan seksual kepada belasan pelajar laki-laki.
“KemenPPPA mengecam segala bentuk kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di satuan pendidikan. Kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru kepada 19 anak murid telah menimbulkan trauma yang mendalam dan menyakiti perasaan keluarga korban," kata Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Sabtu (18/2/2023).
Karenanya, KemenPPPA akan memastikan perlindungan, pemenuhan hak dan keadilan bagi korban terpenuhi. Ia berharap ada sanksi hukum tegas untuk memberikan efek jera bagi pelaku.
"Tim sahabat perempuan dan anak (SAPA) pada layanan Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) akan terus berkoordinasi. Terutama dengan Dinas PPPA Kabupaten Minahasa Selatan,” ujar Nahar.
Nahar mengatakan, Dinas PPPA Kabupaten Minahasa Selatan telah melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak atas korban. Salah satunya melalui pendampingan psikologis bagi korban anak.
Nahar menyebut, Dinas PPPA Kabupaten Minahasa Selatan melaporkan telah melakukan pendampingan psikologis kepada anak-anak korban melalui pelaksanaan asesmen. Kemudian, Dinas PPA dengan UPTD PPA Provinsi Sulawesi Utara juga sedang mempersiapkan upaya penanganan psikologis bagi korban.
Dari informasi, sasus pelecehan dilakukan oknum di sekolah dan di rumah pelaku. Pelaku mengancam akan memberikan nilai jelek jika tidak menuruti kemauannya.
Nahar menambahkan, beberapa anak menyebut, mendapat perlakuan tidak pantas lebih dari sekali hingga lima kali. "Modus menahan korban saat pulang sekolah dan mengajak korban bermain video game," ujar Nahar.
"Pelaku memegang alat kelamin korban. Hingga melakukan sodomi kepada tiga orang korban," kata Nahar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....