Kerajinan Anyaman Pandan Oleh-oleh Khas Singkil

  • 26 Jul 2024 04:25 WIB
  •  Aceh Singkil
KBRN, Singkil : Masyarakat Aceh memang sudah dikenal lama memiliki kreativitas yang beragam, mulai dari Memandai Besi, Menenun Songket, membuat Kopiah Aceh, Kreasi Rotan, serta Pengrajin Anyaman Pandan. Pada saat sekarang kerajinan tangan yang terbuat dari anyaman pandan telah banyak dikreasikan untuk menarik minat masyarakat agar semakin tertarik untuk menggunakannya. Seiring perkembangan zaman anyaman yang terbuat dari Pandan sudah dianggap kuno, namun asumsi itu dikalahkan oleh kreativitas dari Para Pengrajin Anyaman Pandan.

Produk-Produk dari Kerajinan Anyaman Pandan sendiri telah banyak berevolusi, yang sebelumnya hanya dibuat sebagai Tikar untuk menghelai lantai rumah, sekarang dibuat dengan beragam bentuk, seperti Tas, Dompet, Topi, Sandal, Kipas, Kotak Tisue, dll, serta ditambahkan corak aneka warna-warni yang menjadikannya lebih menarik.

Masyarakat Aceh Singkil sendiri yang berprofesi sebagai Pengrajin Anyaman Pandan sudah dilakukan turun-temurun dari para leluhur, seperti di Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru. Mayoritas kaum perempuan disana berprofesi sebagai Pengrajin Tradsional salah satunya Pengrajin Anyaman Pandan.

Pada dasarnya bahan yang digunakan dalam pembuatan Anyaman ialah Daun Pandan Berduri dari jenis pandan laut/bengkuan yang hidup di daratan. rata-rata tingginya sekitar 1,3 meter sampai 1,5 meter. tanaman ini sering juga disamakan dengan padi-padian, namun pandan ini tidak berbuah layaknya padi.

Adapun cara pembuatannya adalah daun pandan sebelumnya harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara direbus hingga warnanya berubah putih, lalu dijemur dibawah sinar matahari hingga kering dan diberikan tambahan bahan pewarna untuk menjadikan hasil yang lebih bagus dan menarik. Setelah itu, daun pandan diluruskan agar pengerjaan pada saat mengayam mudah dilakukan.

Terdapat perbedaan penampilan fisik anyaman pandan adat dengan tikar biasa. Corak maupun motif tikar untuk keperluan adat lebih menonjol dengan menggunakan bahan-bahan pilihan. Warna-warna kontras menjadi salah satu karakteristik yang menyusun pola-pola tertentu. Anyaman pandan untuk keperluan adat terkadang menampilkan kombinasi beberapa segi empat dengan ukuran sisi yang berbeda bergabung menjadi satu. Masing-masing segi empat menampilkan warna-warna yang berbeda sehingga nilai artistik lebih tampak pada permukaannya.

Hasil-hasil Produk Kerajinan itu sendiri sudah banyak dijual ke berbagai daerah di Aceh Singkil bahkan sekarang sudah merambah ke daerah-daerah lain. Walaupun sekarang Produk Anyaman Pandan ini sudah dibilang kuno atau ketinggalan zaman, namun produk ini tetap tumbuh dan semakin banyak menarik perhatian masyarakat yang meminatinya.

Anyaman Pandan bukan hanya barang yang dipakai sebagai alas tidur atau tempat duduk-duduk saja, lebih dari itu anyaman pandan memiliki nilai intrinsik yang sangat dihargai. Suku Singkil menggunakannya dalam berbagai upacara adat yang mereka selenggarakan, seperti pada pesta adat perkawinan, panen atau menyambut tamu.

Anyaman Pandan untuk keperluan sehari-hari biasanya polos, tanpa kombinasi warna bahan yang berarti. Kualitas bahannya pun kurang memperhatikan persyaratan kualitas bahan yang tinggi. Sehingga produk tikar yang dihasilkan pada umumnya lebih kasar, tipis dan kurang awet. Produk seperti ini digunakan untuk alas dipan, penutup jendela maupun tempat berkumpulnya anggota keluarga ketika sedang beristirahat. (sumber web http://www.asida.id/)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....