Penggerak HAM: Anak Disabilitas Punya Hak Setara yang Wajib Dipenuhi

  • 19 Sep 2026 01:01 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Kantor Wilayah Kementerian HAM Aceh melalui Penggerak HAM Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil, Fauziyatun Khairah Sosialisasikan Penguatan Kapasitas HAM bagi Penyandang Disabilitas Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Al-Fansury, Jum'at, 18 September 2026.

Dalam sosialisasi tersebut, Fauziyatun memaparkan setiap individu tidak ada perbedaan untuk mendapatkan dan mempunyai hak yang sama. Serta Negara berkewajiban untuk memenuhi setiap haknya warga negara.

Terutama hak lima pilar bagi setiap individu, yakni hak hidup, hak bebas dari kesewenangan merendahkan martabat, serta hak atas kebebasan pribadi. Kemudian hak memperoleh keadilan perlindungan hukum, hak sosial, serta hak ekonomi dan budaya.

"Karena setiap individu mempunyai hak, kita harus melindunginya anak - anak ini dari kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan pemenuhan penuh, serta akses pendidikan," sebut Fauziyatun, 18 September 2026.

Kemudian katanya, setiap individu semuanya memiliki hak yang sama. Termasuk negara menjamin hak hukum bagi disabilitas.

"Hak dan kewajiban hukum tidak boleh tidak patuh termasuk terhadap penyandang Disabilitas," tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Al-Fansury, Singkil, Aceh Singkil, Wirda Hanim menyebutkan bahwa sekolah tersebut satu-satunya di Aceh Singkil yang melayani siswa beragam kondisi. Seperti siswa tunarungu, grahita, Autis, dan siswa daun syndrom.

" Meski memiliki keterbatasan, namun keterampilan dan kemandirian siswa tetap dituntut dan berprestasi,"sebut Wirda Hanim, Jum'at, 18 September 2026.

Tambahnya jumlah Siswa sekolah tersebut ada sekitar 70 orang, namun yang biasa hadir hanya 35 pelajar. Sementara selebihnya, hanya dapat hadir seminggu dua kali karena berdomisili jauh diluar Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.

Disamping itu Wirda Hanim juga sempat membeberkan, bahwa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Al-Fansury, Singkil, Aceh Singkil tersebut meski sudah memiliki Ruang sekolah memadai tenaga guru cukup. Namun untuk Sarpras sekolah, tercatat masih sangat kurang. Terkhusus alat ketramoilan untuk menjahit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....