Ketua Karang Taruna Subulussalam Usul Pembentukan Provinsi Singkil Raya
- 16 Sep 2026 21:11 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam — Ketua Karang Taruna Kota Subulussalam, Wahda, mendorong para tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen masyarakat di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil untuk mulai membangun gagasan pembentukan Provinsi Singkil Raya.
Wacana tersebut disampaikan menyusul adanya sikap Komunitas Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA) yang menyatakan bahwa Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil dikeluarkan dari usulan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang selama ini dikaitkan dengan Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA).
Wahda menilai, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat Subulussalam dan Aceh Singkil untuk menentukan arah perjuangan pembangunan dan masa depan daerahnya sendiri.
Menurutnya, Subulussalam dan Aceh Singkil memiliki karakter sosial, budaya, sejarah, serta keberagaman etnik yang memiliki kekhasan tersendiri.
“Kalau memang Subulussalam dan Aceh Singkil tidak lagi masuk dalam usulan tersebut, saya kira ini menjadi momentum bagi kita untuk duduk bersama. Para tokoh, pemuda, akademisi dan seluruh elemen masyarakat perlu membahas masa depan daerah kita secara serius,” ujar Wahda, Rabu 16 September 2026.
Ia juga mengkritisi sikap sebagian pihak yang menurutnya terkesan mudah mengambil keputusan terkait keberadaan Subulussalam dan Aceh Singkil dalam sebuah gagasan pemekaran.
“Jangan sampai keputusan tentang masa depan Subulussalam dan Aceh Singkil ditentukan sepihak. Kita harus menghargai karakter, budaya dan aspirasi masyarakat masing-masing daerah,” tegasnya.
Wahda berpandangan bahwa Subulussalam dan Aceh Singkil memiliki hubungan sejarah dan sosial yang kuat serta berada dalam satu kawasan yang saling berkaitan.
Karena itu, ia mendorong agar para tokoh dari kedua daerah mulai membuka ruang diskusi mengenai konsep Provinsi Singkil Raya, tentunya melalui kajian yang matang, objektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Ini bukan persoalan siapa bergabung dengan siapa. Ini tentang bagaimana kita menentukan masa depan daerah dengan melihat sejarah, budaya, kondisi geografis, potensi ekonomi dan aspirasi masyarakat,” katanya.
Ketua Karang Taruna Kota Subulussalam itu menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan untuk memecah persaudaraan sesama masyarakat Aceh, tetapi justru menjadi bagian dari upaya mencari format pembangunan yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat di wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil.
“Kita perlu duduk bersama. Jangan saling mengklaim. Mari kita kaji secara akademis dan libatkan masyarakat. Kalau Singkil Raya menjadi gagasan yang paling tepat untuk masa depan, kenapa tidak kita perjuangkan bersama,” pungkas Wahda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....