Tuntut Kewajiban CSR hingga Soal Limbah, PT GSS Subulussalam Didemo Warga

  • 15 Sep 2026 16:23 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pemuda Desa Dasan Raja (PERSADA) menggelar aksi unjuk rasa di area Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Global Sawit Semesta (GSS), Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh, Selasa 15 September 2026

Aksi yang berlangsung kondusif ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga sekitar terhadap manajemen perusahaan. Pihak pabrik dinilai kerap mengabaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang sebelumnya telah disampaikan oleh masyarakat setempat.

Para pemuda menilai keberadaan pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut belum memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan warga yang bermukim di sekitar area operasional perusahaan.

Ketua Aksi, Ihsan Manik atau Jonggol, menegaskan bahwa tingginya keluhan masyarakat menjadi alasan utama yang mendorong massa untuk turun langsung mendatangi pabrik.

Massa membawa sejumlah tuntutan mendasar, salah satunya mendesak manajemen PT GSS untuk segera merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma bagi masyarakat sesuai amanat undang-undang.

"Kami menuntut keterbukaan lapangan kerja bagi pemuda lokal agar keberadaan pabrik dapat menekan angka pengangguran di desa sekitar, karna masih banyak pemuda di Desa Dasan Raja ini belum bekerja," kata Jonggol.

Selain itu, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) khusus pengembangan pemuda juga menjadi poin penting yang dituntut massa.

Ia menambahkan, perusahaan segera memindahkan penampungan limbah operasional yang dirasakan mengganggu kenyamanan warga.

Bahkan, massa menyampaikan tuntutan tegas agar operasional pabrik PT GSS dipindahkan dari lokasi saat ini jika permasalahan lingkungan tak kunjung diselesaikan.

Menanggapi gelombang protes tersebut, perwakilan manajemen PT GSS, Breadly, menemui para demonstran untuk mendengarkan langsung poin-poin aspirasi yang disampaikan.

Breadly menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan warga dan akan segera melaporkan seluruh poin aspirasi tersebut kepada pihak pimpinan tertinggi perusahaan.

Terkait keluhan polusi udara berupa abu sisa pembakaran pabrik, ia mengakui kondisi tersebut pernah cukup parah dan telah dilakukan upaya perbaikan, meski abu masih dirasakan warga.

Mengenai penyerapan tenaga kerja lokal, manajemen berjanji akan mengupayakan skema agar muda-mudi setempat dapat terakomodasi bekerja di lingkungan perusahaan.

"Tuntutan dari pemuda ini akan kami sampaikan ke atasan saya, yang penting semua sudah di catat dan untuk yang lainnya nanti bisa saling berkomunikasi," ujarnya.

Selama aksi berlangsung, personel TNI dan Polri disiagakan di lokasi untuk mengawal dinamika penyampaian pendapat agar situasi tetap aman serta terkendali.

Aksi demonstrasi tersebut berakhir setelah disepakati proses mediasi di dalam kantor PT GSS, dengan komitmen pihak perusahaan untuk mengakomodir tuntutan para pemuda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....