Lokakarya APEKSI Jadi Wadah Prokopim Subulussalam Asah Kompetensi Keprotokolan

  • 06 Sep 2026 01:39 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Subulussalam turut berpartisipasi aktif dalam agenda Lokakarya Keprotokolan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Langkah ini diambil guna mengoptimalkan kinerja serta kualitas pelayanan kepada pimpinan daerah.

Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi wadah strategis bagi jajaran aparatur pemerintah daerah dalam mengasah kompetensi dan berbagi praktik terbaik (best practices). Selain itu, forum ini juga ditujukan untuk menyelaraskan standar operasional keprotokolan agar sesuai dengan dinamika maupun regulasi terbaru.

Kepala Bagian (Kabag) Prokopim Kota Subulussalam, Abdul Rahman, menegaskan bahwa keikutsertaan jajarannya dalam kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat fondasi keprotokolan di lingkungan Pemko Subulussalam. Menurutnya, peran Prokopim sangat vital sebagai etalase utama dalam menjaga kelancaran dan kewibawaan agenda pemerintahan.

"Kehadiran kami di lokakarya APEKSI ini merupakan upaya konkret untuk menyerap ilmu-ilmu baru dan bertukar wawasan dengan perwakilan Prokopim dari berbagai kota di Indonesia. Tujuannya jelas, agar manajemen keprotokolan kita di Subulussalam semakin profesional, cekatan, dan selalu adaptif terhadap segala situasi," ungkap Abdul Rahman, Jumat 4 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rahman turut memberikan masukan dan catatan evaluasi yang ditujukan kepada tuan rumah penyelenggara agenda APEKSI pada tahun mendatang. Ia menekankan tiga poin krusial demi memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

"Pertama, kami menyarankan agar tuan rumah menempatkan petugas protokol, narahubung, atau Liaison Officer (LO) yang profesional, cakap berbicara, dan benar-benar memahami detail kegiatan. Informasi yang kurang jelas dan detail dari LO sering kali menjadi penyebab awal kacaunya agenda di lapangan," tegas Abdul Rahman.

Poin kedua yang disorotinya adalah pentingnya mempertimbangkan faktor prakiraan cuaca dalam penentuan jadwal acara. "Deteksi dini keadaan cuaca sangat penting. Sebisa mungkin hindari pelaksanaan pada bulan-bulan yang rentan dengan cuaca buruk atau curah hujan tinggi," tambahnya.

Terakhir, ia mengingatkan panitia penyelenggara akan pentingnya penyusunan rencana cadangan yang matang. "Walaupun cuaca diprediksi bagus, panitia wajib menyiapkan alternatif atau Plan B apabila cuaca tiba-tiba tidak bersahabat, berkaca dari kegiatan karnaval di Medan sebelumnya. Apabila kondisi memang tidak memungkinkan, jangan memaksakan kegiatan tersebut untuk dilanjutkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman berharap seluruh materi, wawasan, serta pengalaman berharga yang didapatkan selama lokakarya dapat langsung diimplementasikan oleh tim Prokopim Subulussalam. Dengan peningkatan kapasitas ini, setiap agenda resmi, penerimaan tamu daerah, hingga manajemen komunikasi pimpinan diharapkan berjalan lebih tertata, elegan, dan berdampak positif bagi citra Pemerintah Kota Subulussalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....