Perempuan Peduli Leuser Kuatkan Peran Perempuan Jaga Lingkungan di Subulussalam

  • 31 Agt 2026 13:56 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Upaya pelestarian kawasan ekosistem Leuser terus diperkuat dari tingkat akar rumput. Penguatan ini diwujudkan lewat agenda "Saweu Gampong" yang memfokuskan peran strategis kaum perempuan serta lembaga desa dalam mengawal isu-isu lingkungan hidup.

LSM Perempuan Peduli Leuser (PPL) menggelar aksi silaturahmi dan diskusi interaktif bersama perangkat serta warga Desa Subulussalam Timur, Kota Subulussalam. Langkah ini menjadi sarana pertukaran ide terkait pengelolaan lingkungan berbasis kemasyarakatan.

Forum yang berlangsung hangat ini mengurai berbagai tantangan ekologis lokal, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi kaum perempuan agar terlibat aktif dalam pengambilan keputusan di tingkat kampong.

Perlindungan lingkungan dinilai tidak cukup hanya berfokus pada bentang kawasan hutan dan sungai, tetapi harus disemaikan mulai dari kesadaran skala rumah tangga.

Koordinator Perempuan Peduli Leuser, Ayu ‘Ulya, menegaskan bahwa perempuan memegang peranan kunci dalam mengedukasi keluarga mengenai pengelolaan sampah, penggunaan sumber daya alam yang bijak, hingga menjaga sanitasi pemukiman.

"Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga lingkungan. Karena itu, perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi harus menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan dan gerakan pelestarian lingkungan," ujar Ayu ‘Ulya.

Ayu juga menyoroti peran Badan Permusyawaratan Kampong (BPKampong) yang harus berdaya agar mampu melahirkan kebijakan publik desa yang pro-lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

"BPK harus berdaya dan mampu menjadi mitra masyarakat serta pemerintah kampong dalam mengawal pembangunan. Pembangunan yang baik bukan hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga harus memastikan lingkungan tetap terjaga," tambahnya.

Inisiatif dan gagasan tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Desa Subulussalam Timur. Kepala Desa Subulussalam Timur, Wahda, menilai kolaborasi bersama LSM merupakan langkah penting dalam memikul tanggung jawab pelestarian alam secara bersama-sama.

“Alhamdulillah, silaturahmi dan diskusi seperti ini sangat penting karena persoalan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk masyarakat dan kaum perempuan,” ungkap Wahda, Senin 31 Agustus 2026.

Melalui sinergi antara kelompok perempuan, BPKampong, dan pemerintah desa, gerakan pelestarian kawasan Leuser dari bawah ini diharapkan dapat menjadi fondasi utama mewujudkan masyarakat sejahtera yang hidup harmonis dengan alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....