Tiga Desa di Aceh Selatan Dapatkan Akses Air Bersih Pascabencana

  • 25 Agt 2026 22:07 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Aceh Selatan - Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Selatan terus menunjukkan hasil nyata. Masyarakat korban banjir di dua kecamatan kini mulai mendapatkan kembali akses terhadap salah satu kebutuhan mendasar mereka, yaitu air bersih.

Yayasan Plan International Indonesia bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Wildlife Conservation Society Program Indonesia (WCS-PI) secara resmi menyerahkan bantuan infrastruktur sarana air bersih.

Pembangunan fasilitas penyedia air bersih ini menyasar tiga wilayah yang sempat lumpuh akibat banjir, yakni Desa Seuneubok Pusaka di Kecamatan Trumon Timur, serta Desa Naca dan Desa Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah.

Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan program SumatraHEAL yang digagas Yayasan Plan International Indonesia. Program tersebut bertujuan mendukung percepatan pemulihan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat pascabencana.

Ketiga desa penerima manfaat ini terletak berdekatan dengan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Oleh karena itu, pembangunan sarana publik ini dirancang agar tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.

Kepala Seksi Wilayah II Subulussalam BKSDA Aceh, Darwin, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas pihak dalam memulihkan kehidupan warga di sekitar kawasan konservasi.

"BKSDA Aceh menyambut baik dukungan ini. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses air bersih merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya BKSDA Aceh untuk terus mendukung kapasitas dan peran masyarakat di sekitar kawasan konservasi," ujar Darwin, Senin 24 Agustus 2026.

Adapun fasilitas yang diserahterimakan di Desa Seuneubok Pusaka mencakup sumur pompa, instalasi pompa air hybrid, tandon penampung, jaringan pipa sepanjang 220 meter, hingga saringan bio-foam dan kran umum.

Sementara untuk Desa Naca dan Desa Cot Bayu, bantuan difokuskan pada pembangunan unit penangkap air dengan sistem kawat bronjong, pemasangan jaringan pipa ribuan meter, hingga penyediaan ventilasi udara dan kran penguras.

Camat Trumon Timur, Ellida Mursini B, mengungkapkan rasa sukacitanya karena persoalan krusial yang menimpa warganya selama belasan tahun akhirnya mendapat solusi konkret.

"Saya sudah 14 tahun tinggal di Kecamatan Trumon Timur. Masalah air memang sudah sejak lama membebani warga kami. Ketika kekurangan air, warga bahkan harus mengambil air dari kecamatan tetangga. Karena itu, kami sangat mengapresiasi pembangunan sarana air bersih ini," kata Ellida.

Sentimen serupa diutarakan Kepala Desa Seuneubok Pusaka, Iskandar. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk menjaga serta memelihara aset publik yang telah dibangun tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas fasilitas yang kami terima. Kami akan berupaya memanfaatkan dan menjaga fasilitas ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan warga kami," ucap Iskandar.

Guna menjamin keberlanjutan fungsi fasilitas, tata kelola dan pemeliharaan sarana air bersih ini selanjutnya diserahkan penuh kepada pemerintah desa masing-masing melalui penunjukan Kelompok Pengelola Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....