Kemenag Aceh Singkil Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

  • 17 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor. Upacara berlangsung khidmat mulai pukul 09.00 WIB dengan seluruh peserta mengenakan pakaian khas Aceh Singkil, Senin 17 Agustus 2026.

Upacara diikuti puluhan peserta yang terdiri dari jajaran pejabat kantor, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, Kepala KUA, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Singkil. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Kantor Kemenag Aceh Singkil H. Azhar, S.Ag., M.A.

Dalam sambutannya, H. Azhar membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Menag menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu. "Pembukaan UUD 1945 menegaskan kemerdekaan terjadi atas berkat rahmat Allah SWT. Karena itu kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan," ujarnya.

Menag juga mengapresiasi peran tokoh agama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ia menekankan bahwa tugas saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian. Kerukunan umat beragama disebut sebagai modal dasar pembangunan. Data terbaru menunjukkan Indeks Kerukunan Umat Beragama naik dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, dan Indeks Kesalehan Umat Beragama mencapai 84,61.

Dalam sambutan itu Azhar menyampaikan pula sejumlah program Kementerian Agama. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan program Ekoteologi, Kemenag mendorong lahirnya generasi berkarakter, toleran, dan peduli lingkungan. Lebih dari 11,8 juta siswa dan santri telah menerima Program Makan Bergizi Gratis, sementara 5,1 juta siswa menerima Program Indonesia Pintar. Kompetensi guru dan dosen juga meningkat hingga 700 persen melalui pendidikan profesi.

Menyoroti perkembangan teknologi, Menag mengingatkan agar Artificial Intelligence tidak mengikis kemanusiaan. "AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal," tegasnya. Kemenag juga mendorong penguatan literasi digital dan literasi keagamaan agar teknologi tidak disalahgunakan untuk menyebar kebencian dan hoaks.

Menutup amanat, Menag mengajak seluruh ASN Kemenag menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan. Ia juga mengajak berdoa untuk saudara di NTT, Sumut, dan Sulteng yang terdampak gempa. "Jika dahulu para pahlawan bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas. Mari wariskan Indonesia yang lebih maju, lebih rukun, dan lebih bermartabat," pungkas H. Azhar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....