Pembangunan PTN di Perbatasan Aceh Diproyeksikan Jadi Lokomotif Ekonomi Lokal
- 01 Agt 2026 22:08 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Ketiadaan perguruan tinggi negeri di Kota Subulussalam memicu tingginya beban ekonomi keluarga karena lulusan sekolah menengah harus keluar daerah untuk melanjutkan studi. Kondisi geografis yang jauh membuat banyak keluarga harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi dan biaya hidup, sehingga tak sedikit calon mahasiswa terpaksa mengurungkan niat kuliah, Sabtu 1 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Subulussalam menilai hadirnya perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan akan menjadi mata rantai penting yang menyambungkan program pendidikan dasar hingga tinggi.
Kehadiran kampus tersebut akan mengintegrasikan program pengembangan pendidikan yang sedang berjalan di Subulussalam, seperti Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
"Kehadiran kampus negeri bukan hanya soal membangun gedung perkuliahan, tetapi membuka harapan baru bagi ribuan anak-anak daerah agar memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas," kata Wali Kota Subulussalam, M Rasyid Bancin.
Letak Subulussalam yang strategis di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara membuat keberadaan perguruan tinggi ini berdampak luas bagi kabupaten tetangga, seperti Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, hingga Dairi. Selain memperluas kesempatan belajar, keberadaan kampus negeri diproyeksikan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal di kawasan perbatasan.
Sektor perdagangan, jasa, perumahan, hingga transportasi diperkirakan akan berkembang pesat seiring hadirnya aktivitas akademis dan masuknya mahasiswa dari berbagai daerah.
Hadirnya pusat riset dan inovasi di kampus baru tersebut diharapkan menjadi lokomotif pembangunan SDM sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Kota Subulussalam secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....