Waspada Cuaca Panas, Warga Penanggalan Diingatkan Tak Bakar Lahan

  • 16 Jul 2026 21:42 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan di wilayah Kota Subulussalam, Aceh, mulai memicu kekhawatiran terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guna mengantisipasi dampak buruk lingkungan, masyarakat yang beraktivitas di area perkebunan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, Kamis 16 Juli 2026.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Babinsa Posramil Penanggalan Kodim 0118/Subulussalam, Sertu Rodian Sinaga, saat mendatangi para petani di salah satu pondok kebun yang berada di Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan. Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memetakan langsung potensi kerawanan di titik terdepan.

Dalam dialog santai di tengah perkebunan tersebut, Sertu Rodian secara tegas meminta masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama dalam membuka lahan pertanian. Metode pembakaran dinilai sangat berbahaya di tengah kondisi cuaca yang kering seperti saat ini.

Masyarakat diimbau secara tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, tindakan kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan di area perkebunan dan hutan juga harus dihentikan karena berpotensi memicu kobaran api besar.

Sertu Rodian Sinaga menekankan bahwa kelalaian kecil di area perkebunan dapat membawa dampak fatal yang luas, tidak hanya merugikan materi namun juga mengancam kesehatan masyarakat banyak.

"Tindakan membakar lahan dapat memicu kebakaran yang merugikan masyarakat, merusak lingkungan, serta mengganggu kesehatan akibat kabut asap," ujar Sertu Rodian.

Ia juga meminta warga untuk segera membangun sistem deteksi dini secara mandiri. Kecepatan pelaporan menjadi kunci utama agar titik api yang muncul dapat segera dipadamkan sebelum menjalar dan menjadi tidak terkendali.

"Apabila melihat adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat desa atau Babinsa agar dapat segera ditangani sebelum meluas," pesannya.

Sementara itu, warga setempat menyambut baik edukasi langsung yang dilakukan di area kerja mereka. Kehadiran aparat kebun ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran bersama, sekaligus menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan aspirasi terkait keamanan lingkungan dan penguatan semangat gotong royong di desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....