Kemarau Panjang Bakar Gambut 5 Hektare di Subulussalam, Pemadaman Terus Dilakukan

  • 04 Jul 2026 19:49 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Kebakaran hebat melanda sekitar 5 hektare lahan gambut milik masyarakat di Desa Belukur Makmur, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Hingga Sabtu 4 Juli sore, kobaran api di area yang berbatasan langsung dengan konsesi PT Lae Saga tersebut masih dalam proses penjinakan oleh tim gabungan.

Titik api dilaporkan berada pada koordinat 2.64034° LU dan 97.877324° BT. Lokasi yang terpencil membuat tim pemadam harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih dua jam dari pusat Kecamatan Rundeng untuk mencapai pusat kebakaran.

Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian pada lahan telantar milik warga setempat. Cuaca ekstrem berupa kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir membuat lapisan gambut mengering dan menjadi sangat rentan terbakar.

"Diduga, kebakaran bermula dari lahan masyarakat yang terlantar. Kondisi lahan gambut yang kering akibat musim kemarau selama beberapa pekan membuat api dengan cepat merambat ke area sekitarnya," ujar Kapolsek Rundeng, IPTU A. Situmorang, Sabtu 4 Juli 2026.

Untuk melokalisasi menjalarnya api, personel Polsek Rundeng bersama karyawan PT Lae Saga dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan tersebut memaksimalkan upaya pemadaman dengan mengandalkan tujuh unit mesin alkon (pompa air) guna menyiram titik-titik api yang masih menyala.

Meski sebaran api dilaporkan mulai berkurang pada Sabtu sore, petugas di lapangan masih harus bekerja ekstra keras. Letak geografis kebakaran menjadi hambatan utama karena posisi lahan berada di seberang Sungai Lae Souraya, sehingga tidak bisa diakses langsung dari Kecamatan Rundeng.

Petugas terpaksa memutar jauh melalui jalur Desa Lae Saga di Kecamatan Longkib agar bisa menjangkau titik api. Selain akses yang terputus sungai, karakteristik tanah gambut itu sendiri menjadi tantangan yang menyulitkan proses pemadaman total.

"Selain itu, karakteristik lahan gambut serta banyaknya vegetasi liar membuat api sulit dipadamkan karena terus merambat di permukaan maupun di bawah lapisan tanah," tambah IPTU A. Situmorang.

Dampak dari peristiwa ini, kepulan asap pekat dilaporkan mulai menyelimuti sejumlah desa di Kecamatan Rundeng dan Kecamatan Longkib. Pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap waspada terhadap potensi perluasan kebakaran selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....