Camat Simpang Kiri Dorong Kemandirian Kuta Cepu Ikuti Pelatihan Fardu Kifayah

  • 02 Jul 2026 07:51 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Pengurus syarak dan jemaah Masjid Al-Hasanah, Kampong Kuta Cepu, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah (fardu kifayah). Langkah ini diambil untuk memperkuat kemandirian lingkungan kedamaian dalam menangani prosesi kematian sesuai syariat Islam.

Pelatihan yang dipusatkan di Balai Desa Kampong Kuta Cepu ini berlangsung khidmat, Rabu 1 Juli 2026 malam . Agenda tersebut sengaja diinisiasi mengingat pentingnya regenerasi pengurus syarak serta pemahaman mendalam mengenai tata cara pengurusan jenazah di tingkat desa.

Kepala Kampong Kuta Cepu, Yukarni, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh minimnya warga yang menguasai tata cara fardu kifayah secara menyeluruh. Hal ini kerap membuat masyarakat bergantung pada segelintir orang tua atau tokoh agama saat ada kemalangan.

"Kami ingin melalui pelatihan ini lahir kader-kader baru yang siap di tengah masyarakat. Pengurus syarak di Masjid Al-Hasanah dan warga secara umum harus memiliki keberanian dan ilmu yang mumpuni untuk urusan ini," ujar Yukarni di sela-sela kegiatan.

Senada dengan itu, Imam Masjid Kuta Cepu, Abdurahmat Pohan, menyambut baik antusiasme puluhan peserta yang hadir. Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai fardu kifayah akan menghindarkan masyarakat dari kekeliruan tradisi yang tidak sejalan dengan tuntunan agama.

Sementara itu, Camat Simpang Kiri, Ramadhan, yang hadir sekaligus membuka acara, menekankan bahwa pengurusan jenazah sedapat mungkin diutamakan dari pihak keluarga terdekat. Ia berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa disebarluaskan ke lingkungan terkecil.

"Fardu kifayah ini adalah kewajiban kita bersama. Saya sangat berharap, kalau ada keluarga kita yang meninggal, alangkah lebih baik jika anak atau saudara kandungnya sendiri yang mulai merobek kain kafan hingga memandikannya," kata Ramadhan dalam arahannya.

Puluhan jemaah yang mendominasi ruang pertemuan tampak interaktif memperagakan praktik pelipatan kain kafan dan simulasi memandikan jenazah. Pelatihan ini diharapkan mampu memutus krisis petugas pemulasaran jenazah di Kampong Kuta Cepu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....