Peringatan 10 Muharram, Kemenag Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Anak Yatim

  • 27 Jun 2026 03:39 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Ikut semarakan momentum 10 Muharram melalui hari raya anak yatim dan kaum penyandang disabilitas (Difabel), Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Singkil melalui pegawainya menyalurkan ratusan paket bantuan.

Sebanyak 138 paket bantuan yang diserahkan kepada anak yatim dan kaum penyandang disabilitas (Difabel) di daerah itu, terdiri dari 135 paket perlengkapan sekolah untuk anak yatim dan 3 paket bantuan untuk penyandang disabilitas.

"Penyerahan paket bantuan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap anak yatim serta penyandang disabilitas,"sebut Kepala Kemenag Aceh Singkil, Azhar, Kamis, 25 Juni 2026.

Sebelumnya Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Singkil, juga mengikuti kegiatan nasional Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 yang dilaksanakan secara daring dan serentak di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama dalam rangka menyemarakkan 10 Muharam 1448 Hijriah atau Lebaran Yatim,"tambahnya.

Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) Republil Indonesia merencanakan penetapan setiap 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim dan penyandang disabilitas (Difabel).

Ketetapan tersebut setiap 10 Muharram sebagai hari lebaran anak yatim dan penyandang disabilitas (Difabel), dengan harapan dapat membantu anak - anak yatim piatu dan kaum difabel agar terbebas dari berbagai kesulitan hidup.

"Melalui tradisi hari lebaran anak yatim dan kaum difabel pada setiap 10 Muharram, merupakan salah satu cara dan upaya kita untuk membebaskan mereka dari penderitaan,"sebut Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Nasaruddin menjelaskan, gagasan hari lebaran anak yatim dan kaum difabel ini harapkan dapat menjadi tradisi baru yang positif di seluruh wilayah Indonesia sebagai momentum meningkatkan kepedulian kepada sesama.

"Selain amalan puasa pada saat bulan Muharram, juga semangat berbagi saling berbagi khususnya kepada anak yatim dan kaum difabel," tambahnya.

Selanjutnya Nasaruddin Umar juga sempat menyinggung bahwa tradisi dalam islam, bulan Muharram merupakan bulan yang dimuliakan. Sehingga bulan Muharram ini, menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperkuat solidaritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....