Begini Cara Mencegah Karhutla saat Musim Kemarau
- 08 Jun 2026 16:21 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Aceh mulai mengalami cuaca panas dan kering. Kondisi ini membuat lahan lebih mudah terbakar dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mencatat hari ini Senin, 8 Juni 2026, ada 13 titik panas yang tersebar di wilayah Aceh. “13 titik panas yang kami deteksi tersebar di Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Timur,” sebut prakirawan BMKG Aceh, Miftahul Jannah.
Kondisi cuaca panas dan kering membuat potensi kebakaran lahan meningkat, jadi masyarakat perlu waspada. Untuk mencegah karhutla meluas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat, di antaranya :
1. Hindari pembukaan lahan dengan cara membakar
Membakar lahan saat musim kemarau sangat berisiko karena api mudah merambat cepat ke area sekitar. Gunakan metode pembukaan lahan tanpa bakar seperti mekanis atau pemanfaatan pupuk organik. Selain lebih aman, cara ini juga menjaga kesuburan tanah dan mencegah sanksi hukum sesuai UU Lingkungan Hidup.
2. Jangan membuang puntung rokok dan sampah mudah terbakar sembarangan
Suhu tinggi dan angin kering membuat puntung rokok yang masih menyala bisa memicu kebakaran di semak kering, kebun, dan pinggir jalan. Pastikan puntung benar-benar padam sebelum dibuang, dan jangan tinggalkan sampah plastik atau kertas di area lahan terbuka.
3. Perhatikan aktivitas yang menggunakan api di luar ruangan
Hindari membakar sampah, membakar sisa panen, atau membuat api unggun di dekat lahan kering dan hutan. Jika terpaksa, pastikan api dijaga penuh, ada sumber air di dekatnya, dan dipadamkan sempurna setelah selesai.
4. Jaga kebersihan area sekitar rumah dan kebun
Tumpukan daun kering, ranting, dan semak belukar adalah bahan bakar alami saat kemarau. Rutin bersihkan area sekitar rumah, kebun, dan lahan kosong agar tidak menjadi pemicu sekaligus jalur cepat penyebaran api.
5. Pantau informasi peringatan dini dari BMKG
BMKG secara rutin merilis indeks kemudahan terbakar lahan seperti FFMC, DMC, dan DC. Jika indeks sudah masuk kategori tinggi, kurangi aktivitas berisiko di luar ruangan dan tingkatkan kewaspadaan.
6. Segera laporkan jika melihat titik api atau asap
Penanganan cepat sangat menentukan agar api tidak meluas. Segera hubungi BPBD, Damkar, Babinsa, atau aparat desa terdekat jika melihat asap tebal atau kebakaran di lahan.
Kewaspadaan masyarakat selama musim kemarau sangat penting agar karhutla tidak meluas dan menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, transportasi, serta aktivitas ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....