Akses Lumpuh Enam Bulan, Warga Pintu Rime Gayo Patungan Sewa Alat Berat

  • 31 Mei 2026 03:30 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Bener Meriah – Warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan secara swadaya terhadap ruas jalan Enang Enang. Jalur vital tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat hantaman bencana meteorologi yang dibiarkan tanpa penanganan memadai selama enam bulan terakhir, Sabtu 30 Mei 2026.

Jalan Enang Enang merupakan urat nadi dan jalur penghubung penting yang mengoneksikan wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju kawasan pesisir di Kabupaten Bireuen. Kerusakan pada titik ini sempat melumpuhkan total akses transportasi darat di kawasan Dataran Tinggi Gayo.

Dampak dari bencana tersebut menyebabkan material tanah longsor serta puing-puing runtuhan menutup badan jalan secara keseluruhan. Tidak hanya memblokade akses kendaraan, timbunan material ini juga dilaporkan mulai mengancam stabilitas struktur bangunan Jembatan Enang Enang yang berada di lokasi tersebut.

Sumbatan jalur logistik ini seketika memukul aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo karena distribusi barang terhambat. Akibat belum adanya tindakan penanganan yang signifikan dari instansi terkait, warga setempat akhirnya berinisiasi menggalang dana sukarela untuk menyewa alat berat.

Gerakan kemanusiaan dan ekonomi yang diinisiasi oleh warga lokal ini rupanya mendapat respons luas, termasuk dukungan dari masyarakat Gayo yang berada di perantauan. Bantuan dana segar dilaporkan terus mengalir melalui berbagai jaringan komunikasi keluarga serta komunitas warga Gayo di luar daerah.

“Meski jauh, perhatian mereka tetap untuk kampung halaman. Bantuan itu sangat membantu membuka kembali akses jalan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Seluruh dana yang terkumpul dari hasil swadaya warga di lokasi dan sumbangan para perantau tersebut langsung dialokasikan untuk menyewa satu unit ekskavator. Alat berat ini dioperasikan secara intensif guna membersihkan timbunan tanah longsor sekaligus meratakan kembali badan jalan yang rusak.

Aksi solidaritas ini juga diwarnai pengorbanan salah seorang mantan mukim di wilayah Pintu Rime Gayo yang nekat menjual aset kebun kopi miliknya seluas satu rante demi menambah modal pendanaan perbaikan jalan nasional tersebut. Tokoh yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menegaskan langkahnya murni demi kemaslahatan bersama.

“Saya melakukan ini bukan untuk mencari pujian. Jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat. Sudah terlalu lama terputus,” ungkapnya saat dikonfirmasi mengenai keputusannya menjual aset kebun kopi tersebut.

Ia menambahkan, berlarut-larutnya kerusakan jalan telah memicu pembengkakan biaya angkut hasil pertanian, yang pada akhirnya menekan harga jual komoditas kopi di tingkat masyarakat. Hingga Rabu lalu badan jalan peninggalan era kolonial Belanda tersebut dilaporkan sudah mulai bisa dilalui kendaraan, meski struktur utama Jembatan Enang Enang masih dalam kondisi rusak dan menanti penanganan permanen dari pemerintah pusat maupun daerah.

(Informasi dalam artikel ini disadur dari wartatrans.com.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....