Sambut Survei Pertamina, IKAPAS Siap Sosialisasi Pembangunan SPBU ke Masyarakat

  • 02 Mei 2026 16:57 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulusslam - Akses energi dan konektivitas wilayah di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, segera memasuki babak baru. Tim Pertamina dilaporkan telah melakukan survei lokasi untuk rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sementara proyek jalan strategis Muara Situlen dipastikan telah memasuki tahapan Detailed Engineering Design (DED).

Ketua Ikatan Pemuda Sultan Daulat (IKAPAS), Muhammad Jhony, mengonfirmasi bahwa peninjauan lapangan oleh pihak Pertamina menjadi sinyal kuat realisasi fasilitas pengisian bahan bakar yang telah lama dinantikan warga setempat. Langkah ini dinilai sebagai respon nyata terhadap hambatan logistik yang dialami masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami dari IKAPAS mewakili masyarakat Sultan Daulat merasa bersyukur mendengar kabar ini. Ini bukti nyata upaya Pemerintah Kota dalam menjawab keluhan warga yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan BBM,” ujar Muhammad Jhony, Sabtu 2 Mei 2026.

Ketersediaan SPBU di Sultan Daulat diprediksi akan memangkas biaya transportasi secara signifikan, terutama bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pelaku UMKM. Selama ini, ketergantungan pada BBM eceran dengan harga tinggi seringkali menjadi beban ekonomi tambahan bagi warga saat terjadi kelangkaan.

Jhony menilai, kehadiran SPBU tidak sekadar tentang ketersediaan bahan bakar, melainkan instrumen penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan biaya distribusi yang lebih rendah, mobilitas hasil tani ke pasar diharapkan menjadi lebih lancar dan efisien tanpa terkendala stok bensin.

Selain sektor energi, progres pembangunan ruas jalan Muara Situlen yang menghubungkan Subulussalam dengan Aceh Tenggara juga menjadi sorotan utama. Masuknya proyek ini ke dalam tahapan DED menandakan perencanaan teknis telah rampung dan siap menuju proses konstruksi fisik dalam waktu dekat.

Keberhasilan menempatkan proyek jalan perbatasan dalam skema perencanaan teknis (DED) dinilai sebagai capaian strategis dalam memperkuat integrasi antarwilayah. Hal ini diharapkan mampu membuka isolasi geografis dan mempercepat arus barang serta jasa di wilayah perbatasan Aceh.

Pihak pemuda menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh tahapan pembangunan ini hingga selesai. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menjaga kondusivitas selama proses konstruksi berlangsung demi tercapainya pemerataan pembangunan di Bumi Sada Kata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....