Korban Innova Masuk Jurang di Pak-Pak Bharat ternyata Pasutri Asal Subulussalam
- 02 Apr 2026 06:25 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulusaslam : Tim gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Subulussalam yang hilang terseret arus Sungai Lae Kombih. Kedua korban yang merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, tersebut masih belum ditemukan setelah kendaraan yang mereka tumpangi jatuh ke jurang di kawasan Pakpak Bharat beberapa hari lalu.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger. Pasangan ini dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal saat menempuh perjalanan pulang menuju kediaman mereka di Desa Lae Ikan pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota Kijang Innova yang mereka kendarai diduga hilang kendali hingga terjun ke jurang terjal dan tenggelam di derasnya arus sungai perbatasan Aceh-Sumut tersebut.
Pemerintah Desa Lae Ikan mengonfirmasi bahwa seluruh kekuatan warga telah dikerahkan untuk membantu tim evakuasi di lapangan. Fokus utama pencarian kini diperluas menyisir aliran sungai yang mengalir menuju wilayah Kota Subulussalam. Medan yang ekstrem dan arus sungai yang kuat menjadi kendala utama dalam proses pencarian pasutri malang tersebut.
Sekretaris Desa Lae Ikan, Saiful Berutu, menjelaskan bahwa radius penyisiran kini telah mencapai belasan kilometer dari titik awal jatuhnya kendaraan di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Pak-pak Bharat. Tim di lapangan kini mulai memantau titik-titik krusial yang dicurigai sebagai lokasi tersangkutnya korban.
“Pencarian hari ini diperluas hingga radius kurang lebih 14 kilometer dari titik lokasi kejadian, bahkan sudah mengarah hingga kawasan objek wisata Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan,” ujar Saiful Berutu, Rabu 1 April 2026.
Dikatakannya operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari BPBD, TNI/Polri, hingga personel Basarnas Sumatera Utara. Mengingat korban adalah warga setempat, masyarakat Desa Lae Ikan dan pihak keluarga juga turut bersiaga di sekitar bibir jurang untuk membantu pemantauan visual di sepanjang aliran sungai.
Hingga saat ini, tim baru menemukan sejumlah barang bukti berupa plat nomor kendaraan, telepon seluler, dan tas milik korban yang tersangkut di vegetasi pinggir sungai. Meski identitas kendaraan telah terkonfirmasi, tanda-tanda keberadaan fisik Rudi dan Risma belum ditemukan di tengah bebatuan besar dan derasnya arus hilir.
Pihak berwenang juga memastikan operasi SAR akan terus berlanjut sesuai prosedur standar hingga batas waktu yang ditentukan. Tim ahli evakuasi air kini memfokuskan pemantauan ke arah hilir sungai, dengan harapan kedua warga Kecamatan Penanggalan tersebut dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....