Wali Kota Subulussalam Targetkan Seluruh Pembina Pramuka Tersertifikasi

  • 22 Jan 2026 21:12 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Pemerintah Kota Subulussalam menekankan pentingnya legalitas dan sertifikasi bagi tenaga pendidik di lingkungan Gerakan Pramuka. Hal ini ditegaskan saat penyerahan ijazah Kursus Mahir Dasar (KMD) kepada 80 peserta yang dinyatakan lulus di halaman kantor Wali Kota, Kamis (22/1/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pembinaan generasi muda di tingkat gugus depan dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi standar. Ijazah yang diberikan merupakan hasil dari pendidikan intensif yang dilaksanakan pada pertengahan Desember tahun lalu.

Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang, menyatakan bahwa ijazah tersebut bukan sekadar tanda kelulusan administratif. Menurutnya, dokumen tersebut adalah simbol kompetensi yang harus dipertanggungjawabkan melalui aksi nyata di lapangan.

Rasyid meminta para lulusan KMD untuk segera menyelesaikan masa Narakarya tanpa menunda waktu. Proses ini dianggap sebagai jembatan krusial untuk mempraktikkan teori yang telah didapat agar pengalaman membina menjadi sempurna dan aplikatif.

Pemerintah kota menargetkan seluruh pembina pramuka di Subulussalam memiliki Surat Hak Bina (SHB). Dokumen ini menjadi bukti profesionalisme dan legalitas formal bagi setiap pembina dalam mengelola kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah.

“Ijazah ini jangan hanya menjadi hiasan di dalam bingkai. Saya ingin memastikan bahwa seluruh pembina pramuka di Kota Subulussalam adalah pembina yang legal dan tersertifikasi,” tegas Rasyid.

Selain aspek legalitas, para pembina juga diingatkan untuk menjadi teladan moral bagi peserta didik. Sebagai cermin bagi siswa, nilai-nilai Dasa Darma harus diimplementasikan dalam perilaku keseharian, baik di lingkungan pendidikan maupun sosial masyarakat.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengucurkan dukungan anggaran dan fasilitas melalui Kwartir Cabang. Fokus pembangunan daerah saat ini mulai diseimbangkan antara infrastruktur fisik dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Investasi terbaik untuk kota bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada investasi sumber daya manusia, dan Pramuka adalah salah satu pilar utamanya,” pungkas Rasyid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....