Pemko Subulussalam Relokasi Desa Langganan Banjir

  • 14 Des 2025 16:35 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Subulussalam : Kondisi pasca banjir di Kota Subulussalam menunjukkan bahwa warga khususnya di Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, sudah kembali ke rumah masing-masing, meskipun genangan air masih terlihat di halaman dan jalan. Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), menyatakan bahwa tidak ada lagi warga yang mengungsi, namun kekhawatiran muncul akibat curah hujan tinggi yang terjadi kembali, Minggu (14/12/2025).

Keprihatinan utama kini beralih pada pemulihan pasca bencana, terutama mengingat curah hujan yang kerap terjadi. Meskipun rumah warga di Jabi-Jabi, yang mayoritas berbentuk panggung, sudah tidak terendam, genangan masih menutupi area sekolah dasar (SD) dan menyebabkan lumpur tebal yang belum sempat dibersihkan.

Menurutnya, salah satu kendala terbesar yang dihadapi warga adalah pasokan air bersih. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Subulussalam segera merealisasikan dana yang dijanjikan Presiden senilai Rp 4 miliar. Dana ini digunakan untuk membangun sanitasi air bersih berupa sumur bor. Pengeboran sumur bor akan dilakukan di dua desa di Kecamatan Sultan Daulat, yaitu Jabi-Jabi dan Sigrun.

Rashid Bancin menjelaskan bahwa proses ini sedang berlangsung karena dana baru ditransfer ke daerah beberapa hari yang lalu. Satu sumur bor direncanakan untuk memenuhi kebutuhan satu desa dengan menyiapkan tandon air. Terkait penanganan genangan air di Jabi-Jabi, upaya memompa air tidak dimungkinkan. “kami tetap menunggu airnya surut, tidak akan bisa dipompa karena memang desa Jabi-Jabi ini persis di pinggir sungai,” jelas Rashid Bancin.

Ia menambahkan bahwa beberapa desa yang berada di pinggir sungai sudah menjadi langganan banjir bahkan bisa 4-5 kali setahun, Pemerintah Kota Subulussalam bersama tim pusat sedang memprioritaskan relokasi. Rencana relokasi ini didukung penuh setelah tim dari kementerian melakukan pendataan.

Relokasi direncanakan untuk sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) di Desa Jabi-Jabi ke lokasi baru seluas 2 hektare yang lebih aman dari banjir. Selain Jabi-Jabi, relokasi juga dipertimbangkan untuk Desa Binanga dan Oboh di Kecamatan Runding, yang juga terdampak parah, dengan menyiapkan lahan 2 hektare lagi.

Meskipun sudah memasuki masa transisi pemulihan, kerugian ekonomi menjadi perhatian serius karena perkebunan warga, seperti jagung, padi, dan sawit, mengalami kerusakan parah. “Pasca banjir ini yang kita gelabakan karena jagung mereka juga sudah pada habis, nggak bisa lagi dipanen, padinya, sawitnya juga 6 bulan ke depan pasti itu membusuk, tidak lagi bisa dipanen,” pungkas Rasyid Bancin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....