Walikota Subulussalam Minta Menteri ESDM Tambah Pasokan BBM

  • 06 Des 2025 13:41 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Subulusalam : Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Subulussalam memburuk pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Situasi ini mendorong Walikota Subulussalam, Rasyid, mengambil langkah cepat dengan langsung menelpon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada Jumat (5/12/2025) sore untuk meminta penambahan pasokan.

Langkah Walikota ini diambil setelah mendengarkan laporan serius dari para pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Rapat yang digelar di ruang Setdako Subulussalam bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengusaha SPBU itu fokus membahas penanganan kelangkaan yang telah berdampak buruk pada sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Pemilik usaha SPBU Penanggalan, Kasman Lizar, secara terbuka menolak draf himbauan pengendalian harga dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa akar masalahnya bukanlah pada harga, melainkan pada minimnya pasokan BBM dari Pertamina yang tidak seperti situasi normal.

Kasman Lizar, didukung oleh Mawardi perwakilan dari SPBU Galon Oyon, membeberkan angka penurunan pasokan yang signifikan. Mereka menyebutkan, pasokan normal untuk Pertalite dan Solar masing-masing 24 Kiloliter (KL) per hari kini hanya diterima setengahnya pasca bencana.

Mendengar fakta ini, Walikota Rasyid menyela rapat dan menelpon Menteri ESDM. "Setelah mendengar penyampaian keduanya, disela-sela rapat Walikota Rasyid menelpon Menteri ESDM meminta untuk menambah pasokan BBM di daerahnya," demikian narasi yang disampaikan.

Menteri Bahlil Lahadalia langsung menanggapi aduan Walikota, meminta laporan tertulis via WhatsApp untuk ditindaklanjuti. Permintaan resmi ini menjadi kunci penting dalam upaya percepatan penambahan kuota BBM untuk Subulussalam.

Kekurangan pasokan ini tidak hanya menyebabkan antrean panjang di dua SPBU utama, tetapi juga memicu spekulan. Kelompok orang memanfaatkan situasi dengan menjual BBM di atas harga normal, sebuah tindakan yang diperingatkan keras oleh aparat penegak hukum.

Menyikapi keadaan ini, Walikota Rasyid mengagendakan kunjungan ke Jakarta dalam waktu dekat untuk berkoordinasi langsung dengan Menteri ESDM, memohon agar pasokan dipulihkan ke kondisi normal atau bahkan ditingkatkan. Peningkatan populasi kendaraan yang melintas via Subulussalam pascabencana menjadi alasan kuat permintaan penambahan kuota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....