Ramadan Sebagai Madrasah Kesabaran
- 20 Mar 2026 16:29 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Ramadhan sering kali disebut sebagai madrasah kesabaran karena selama satu bulan penuh, kita dilatih untuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa maupun yang mengurangi pahalanya. Ini adalah ruang belajar spiritual yang intens untuk mengasah ketahanan mental dan kejernihan hati.
Dalam dialog keagamaan bersama RRI Singkil Ustad Nasrin, S.Pd.I, M.Si dan juga ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Singkil. Ia menyampaikan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan membutuhkan konsistensi yang tinggi, kita ditantang untuk bangun di waktu sahur saat kantuk melanda, menjaga shalat lima waktu, hingga mendirikan shalat Tarawih di malam hari.
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan, pandangan, dan pikiran dari hal-hal negatif. Menahan amarah, Saat ada yang memancing emosi, seorang yang berpuasa diajarkan untuk berkata, Inni sha'im: Sesungguhnya aku sedang berpuasa) dan menjaga integritas kita berlatih untuk jujur pada diri sendiri dengan tidak makan/minum meski tidak ada orang lain yang melihat,” ujarnya.
Ia menambahkan Rasa haus, lapar, dan lemas adalah bagian dari ujian fisik selama berpuasa. Di sini kita belajar untuk tidak mengeluh dan justru empati terhadap mereka yang kurang beruntung yang mungkin merasakan lapar setiap hari di luar bulan Ramadhan.
Seperti diketahui sabar itu ada tiga sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan sabar dalam menghadapi ujian. Konsep klasik yang terangkum sempurna dalam ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....