Ternyata ini Strategi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Bikin Argentina Tak Berkutik
- 20 Jul 2026 19:43 WIB
- Aceh Singkil
RRI.co.id, Aceh Singkil - Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis De La Fuente ini berhasil mengalahkan Argentina dalam pertandingan Final yang digelar Minggu dinihari, 20 Juli 2026 di Stadion New York – New Jersey, Amerika Serikat. Meski menguasai pertandingan selama dua babak, Spanyol harus ekstra keras menaklukan Lionel Messi dan Tim, dan baru berhasil menjebol gawang Argentina di Ekstra Time (pertambahan waktu).
Spanyol menang dengan skor 1-0 melalui gol tak terduga penyerang Spanyol, Ferran Torres di menit ke-106. Torres dengan sangat sigap menyambut bola assist dari Nico Williams, hitungan detik usai istirahat perpajangan waktu ekstra time kedua dimulai. Gol pemain nomor punggung 7 tersebut merupakan gol pertama Ferran Torres sepanjang delapan kali bertanding di Piala Dunia 2026. Pemain cadangan Spanyol ini menjadi bintang utama di laga Final karena berhasil membawa Spanyol menjadi Juara dan membuat tim asuhan Lionel Scaloni hanya mendapat gelar Juara 2 (Runner Up) Piala Dunia 2026.
Apa yang menjadi kunci kemenangan Spanyol meski lelah bertanding sampai ektra time?
Amatan RRI, dalam pertandingan ada lima kunci utama kemenangan Spanyol
Pertama, Spanyol menguasai bola selama pertandingan. Sangat terlihat Spanyol terus mengambil kendali bola, hampir tak membiarkan Argentina untuk melakukan tembakan ke arah gawang Spanyol. Meski di babak pertama penguasaan bola hampir imbang, namun di babak kedua penguasaan bola Spanyol justru meningkat dan terus menekan ke gawang Argentina.
Catatan statistik FIFA, selama 126 menit pertandingan tersebut penguasaan bola Spanyoll mencapai 68%, sedangkan Argentina hanya 32%. Hal ini mengakibatkan tim Spanyol berhasil melakukan tembakan sampai 20 kali dan tembakan ke arah gawang sampai 11 kali. Sementara penguasaan minim dari Argentina hanya memberi kesempatan tembakan tiga kali dan nihil tembakan ke arah gawang.
Kedua, Spanyol lebih tenang dalam bermain dibandingkan pemain Argentina. Hal ini terlihat dari cara bermain tim Spanyol yang ekstra hati-hati. Meski beberapa kali melakukan pelanggaran, namun tim La Roja (Si Merah) ini nihil kartu kuning dan kartu merah.
Sementara pemain Argentina kurang santai dan terlihat panik sehingga melakukan lebih banyak pelanggaran, yang mengakibatkan mendapat sampai lima kartu kuning, dan satu kartu merah. Salah satu kartu kuning diberikan wasit untuk sang pelatih Lionel Scaloni, karena melakukan protes berlebihan kepada wasit.
Scaloni yang biasanya tanpa ekspresi, juga terlihat panik. Argentina tampak bermain membawa beban. Sebagai penyandang Juara Piala Dunia 2022, Argentina membawa harapan besar akan kembali mengulang gelar juara tersebut. Namun sayang sisa 10 pemain akibat kartu merah membuat sulit meraih impian.
Ketiga, kekuatan pemain Spanyol lebih merata dibanding dengan pemain Argentina. Seluruh permain yang masih tergolong muda menguasai berbagai lini. Terlihat dari kemampuan menggiring, mengoper, dan menembak bola yang sangat mumpuni.
Dari statistik FIFA, akurasi operan tim Spanyol mencapai 90%, sedangkan Argentina hanya 78%. Tim Spanyol juga lebih kompak dalam mengoper bola. Jumlah Operan mencapai 803, hampir dua kali lipat operan Tim Argentina yang mencapai 445 Operan. Dalam menembak bola tampak pada kemampuan pemain di babak kedua permainan.
Empat pemain cadangan, Mikel Merino, Nico Wiliams, Ferran Torres, dan Pedri mampu melakukan tembakan langsung ke gawang Argentina, walau berhasil dibendung kiper Argentina, Emiliano Martinez. Kemampuan bertahan juga sangat mumpuni. Di laga final, hanya tiga tembakan pemain Argentina yang mendekati gawang Spanyol.
Sementara di Tim Argentina kekuatan masih fokus pada beberapa sosok, yaitu Lionel Messi sang Kapten, Lautaro Martinez, Cristian Romero, dan Enzo Fernandez. Sehingga ketika Enzo Fernandez dikeluarkan dari lapangan, kekuatan Argentina menjadi surut.
Keempat, Spanyol memiliki kiper yang luar biasa, Unai Simon. Unai Simon sangat luar biasa, karena dari delapan kali pertandingan Piala Dunia 2026, hanya satu kali kebobolan gawang mulai Babak Setengah Kompetisi Grup sampai Semi Final. Yaitu saat bertanding melawan Belgia di perempat final. Berbeda dengan Argentina yang kebobolan gawang sampai tujuh kali selama tujuh kali pertandingan.
Kelima, Pemain Spanyol jeli mengambil peluang, mencetak gol di saat pemain lengah. Dalam laga Final, Spanyol memanfaatkan peluang hitungan detik setelah jeda turun minum, saat yang tidak disangka para pemain Argentina. Sama halnya ketika Spanyol mengalahkan Portugal di Babak 16 Besar, tak lama berselang usai pemberian kartu kuning untuk pemain Portugal, pemain cadangan Merino juga menghasilkan gol cantik, sehingga membawa Spanyol maju ke babak 8 besar.
Dari lima kunci kemenangan tersebut, Spanyol berhasil meraih Gelar Juara dan berbagai Penghargaan dalam Piala Dunia 2026. Selain meraih gelar Juara 1, Tim Spanyol juga meraih tiga penghargaan di Piala Dunia 2026.
Gelandang Spanyol Rodri mendapat gelar Pemain Terbaik (Golden Ball), Rodri merupakan motor utama permainan Spanyol dan memecahkan rekor operan terbanyak dalam Piala Dunia. Kemudian Unai Simon, sang Kiper menjadi Kiper Terbaik, mendapat Sarung Tangan Emas. Dan terakhir Pau Cubarsi, merupakan Pemain Muda terbaik di Piala Dunia 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....