Polres Subulussalam Maksimalkan Pengamanan Natal 2025
- 23 Des 2025 18:21 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Subulussalam : Polres Subulussalam memetakan kerawanan konflik bertema SARA sebagai prioritas utama dalam pengamanan menjelang Natal 2025. Langkah preventif diambil untuk menjamin kemanan dalam beribadah bagi warga di Kecamatan Penanggalan, yang menjadi lokasi berdirinya empat rumah ibadah umat Kristiani di Kota Subulussalam.
Kasat Lantas Polres Subulussalam, Alfi Syahrin, menegaskan bahwa selain aspek keamanan fisik gereja, kelancaran akses menuju lokasi ibadah juga menjadi perhatian. Petugas akan mengatur alur masuk dan keluar jemaat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar area gereja. Pengaturan ini sangat krusial mengingat lokasi gereja berada di jalur yang juga dilalui arus mudik.
"Kami menyiagakan pos pelayanan untuk memastikan setiap jemaat dapat beribadah dengan tenang tanpa hambatan lalu lintas," ujar Alfi Syahrin saat dikonfirmasi, Selasa (23/12/2025).
Dijelaskannya bahwa, sebanyak 45 personel gabungan diterjunkan khusus untuk mengawal jalannya ibadah di seluruh gereja yang ada. Kekuatan ini terdiri dari 11 personel Polres, 8 anggota Kodim 0118, serta dukungan dari Satpol-PP dan Dinas Perhubungan. Kehadiran petugas berseragam di lokasi bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
elain itu, Tim Sterilisasi dari Brimob Batalyon C sebanyak 10 personel juga disiagakan untuk memastikan area peribadatan bersih dari ancaman benda berbahaya. Selain penjagaan fisik, kepolisian melakukan pemetaan terhadap potensi aksi sweeping atau penolakan peribadatan oleh ormas tertentu. Langkah ini diambil guna menjaga toleransi antarumat beragama yang selama ini telah terbina dengan baik di Kota Sadakata
Kepolisian juga menyebar anggota berpakaian preman untuk mendeteksi dini pergerakan yang mencurigakan di sekitar rumah ibadah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak pidana konvensional seperti pencurian kendaraan bermotor milik jemaat. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk bertindak humanis namun tetap tegas dalam menjalankan prosedur pengamanan sesuai standar operasi.
Operasi ini diharapkan mampu melahirkan situasi kamtibmas yang kondusif hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. Dengan penjagaan, masyarakat Nasrani di Subulussalam dapat menjalankan ibadah Natal dengan khidmat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....