Jalan Lawe Kinga Rumpung, Rantai Pasok Pangan Aceh Tenggara Kini Lebih Cepat

  • 28 Jul 2026 14:10 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Jakarta - Distribusi hasil pertanian di wilayah Provinsi Aceh kini makin cepat dan efisien setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan penanganan puluhan ruas jalan daerah. Penanganan infrastruktur ini difokuskan untuk memperlancar rantai pasok pangan dari sentra produksi menuju pasar konsumsi.

Salah satu titik prioritas yang telah diselesaikan yakni penanganan Ruas Lawe Kinga – Simpang Seberang di Kabupaten Aceh Tenggara sepanjang 4,8 kilometer. Pengerjaan yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh ini merupakan bagian dari implementasi Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Nomor 11 Tahun 2025 untuk mempercepat konektivitas penunjang swasembada pangan dan energi.

Perbaikan akses tersebut langsung membawa dampak positif nyata bagi mobilitas harian para petani lokal di kawasan pegunungan. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan yang rusak kerap menyulitkan warga saat hendak mengangkut dan mendistribusikan komoditas pertanian.

Yasin, warga Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala, mengungkapkan bahwa keberadaan proyek IJD ini membuat aktivitas warga menuju lahan pertanian menjadi jauh lebih aman dan nyaman. "Kami dari Desa Lawe Serke mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU karena adanya proyek IJD ini kami bisa nyaman untuk pergi berladang mengambil hasil panen kami," katanya.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengerjaan jalan daerah kini wajib mempertimbangkan faktor geometrik agar badan jalan memadai dan aman saat dilewati dua kendaraan roda empat secara berpapasan. Penyesuaian standar teknis ini krusial guna menjamin efisiensi angkutan muatan logistik hasil bumi dalam jumlah besar.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur ini memangkas biaya operasional dan menjaga kualitas komoditas dari risiko kerusakan selama pengiriman. Dampak ekonomi tersebut diharapkan langsung terasa oleh para produsen pangan di tingkat tapak.

"Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan," jelas Dody, Senin 27 Juli 2026.

Secara keseluruhan, program IJD di Provinsi Aceh telah membenahi sebanyak 33 ruas jalan daerah yang tersebar di 19 kabupaten/kota dengan total panjang mencapai 118,73 kilometer. Seluruh paket pekerjaan difokuskan pada peningkatan struktur jalan menggunakan pondasi yang kokoh serta lapisan permukaan aspal beton (AC-WC) berkualitas tinggi.

Peningkatan konektivitas ini menjangkau berbagai wilayah strategis, mulai dari kepulauan di Simeulue sepanjang 2 kilometer, kawasan pesisir Aceh Jaya sepanjang 5,4 kilometer, hingga wilayah penyangga ekonomi di Aceh Besar sepanjang 13,6 kilometer. Kehadiran jalan yang mantap ini menjadi tumpuan utama dalam mendorong pemerataan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....