Menteri PU Ingin Pembangunan Sekolah Rakyat di Subulussalam Dipercepat
- 13 Jun 2026 18:37 WIB
- Aceh Singkil
RRI CO.ID, Subulusslam - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Permanen di Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu 13 Juni 2026. Dalam tinjauan tersebut, ia mengungkapkan realisasi fisik proyek bernilai fantastis ini baru menyentuh angka 59 persen dan mengalami keterlambatan.
Dody menjelaskan, ketertinggalan progres pengerjaan dari wilayah lain dipicu oleh sulitnya distribusi logistik material berat akibat jarak geografis. "Transportasi di sini cukup menyulitkan untuk mentransport besi baja dari lapangan terbang terdekat pun masih cukup susah. Apalagi besi baja yang berat," ujar Dody di lokasi proyek.
Guna mengejar ketertinggalan, Menteri PU menyarankan pihak kontraktor, PT Waskita Karya, untuk memodifikasi metode kerja dengan mengalihkan sebagian struktur material besi ke beton cor. Ia juga meminta pihak rekanan untuk segera menambah kapasitas unit batching plant (fasilitas pengolahan beton) yang sudah tersedia di area sekitar proyek.
“Saya menyarankan tadi terpaksa ditambah supaya metode kerjanya mungkin sebagian titik enggak 100 persen pakai besi, tapi diganti sebagian menjadi beton. Nanti sama tim teknis akan diskusi soal itulah,” tambah Dody.
Meskipun progres fisik belum maksimal, kementerian terkait tetap memasang target fungsional pada pertengahan bulan ini agar beberapa bangunan utama bisa segera dimanfaatkan. “Target tetap sama, 20 Juni. Tapi kita lihatlah kondisi seperti ini, kita mengharapkan sih 20 Juni itu bisa fungsional, paling enggak ada beberapa bangunan yang bisa difungsikan,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian kompensasi waktu akibat kendala geografis tersebut, Dody secara tegas menyatakan tidak ada kelonggaran atau dispensasi khusus bagi pihak penyedia jasa. Menurutnya, pihak kontraktor dari awal sudah memahami kalkulasi risiko dan kondisi medan di lapangan.
| Baca juga: Angkasawan RRI Laksanakan Apel Harkitnas |
“Dispensasi sih enggak ada, karena kan pada saat kita memberikan pekerjaan ini ke Waskita, Waskita sudah pasti tahu kondisi waktu itu seperti apa. Cuma nanti pasti akan kita diskusikan cara-cara yang terbaik dan tercepat,” tegas Dody.
Ia menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan bersama jajaran manajemen PT Waskita Karya agar pengerjaan infrastruktur ini tidak mangkrak. Langkah cepat tersebut diambil agar program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto ini dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien.
Selain mengevaluasi fasilitas pendidikan, dalam kunjungan tersebut Dody turut merespons keluhan infrastruktur jalan raya yang sebelumnya disampaikan oleh pemerintah daerah. Ia membawa langsung Kepala Balai Jalan Aceh untuk meninjau titik kerusakan jalan nasional penghubung Provinsi Sumatra Utara dengan Kota Subulussalam.
“Tadi saya lewat sana, memang jalannya sudah bergelombang karena ada angkutan material berat. Makanya kebetulan saya bawa Kepala Balai Jalan Aceh, saya minta beliau untuk melakukan desain. Kalau memang bisa diperlebar, kita perlebarkan. Aceh itu selalu kita beri atensi khusus,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Subulussalam Rasyid Bancin memaparkan bahwa nilai kontrak untuk pembangunan fasilitas pendidikan permanen di Desa Buluh Dori ini mencapai Rp252 miliar. Bangunan megah tersebut nantinya dirancang terintegrasi dengan kapasitas tampung mencapai seribuan murid serta didukung ratusan tenaga pengajar profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....