Desa Penyangga Suaka Margasatwa Singkil Dapat Bantuan dari BKSDA Aceh
- 07 Mei 2026 21:51 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh) bersama mitra Wildlife Conservation Society – Program Indonesia dan Yayasan Plan Indonesia menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Bantuan tersebut, diserahkan kepada Desa atau Kampung yang dinilai berada khusus di zona penyangga Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS) di Kabupaten Aceh Singkil. Meliputi, Desa Pea Bumbung, Suka Makmur, Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Takal Pasir, Siti Ambia, dan Teluk Ambun, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.
Kepala BKSDA Aceh melalui Kepala Seksi Wilayah II Subulussalam, Darwin menyampaikan, melalui paket bantuan telah disalurkan kepada Desa/Kampung yang sebelumnya terdampak banjir khusus di zona penyangga Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS) diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
" Dengan rincian bantuan untuk 7 Desa/Kampung di Kabupaten Aceh Singkil sebanyak 1.732 paket,"ungkap Darwin, Kamis, 7 Mei 2026.
Sedangkan untuk jenis bantuan, jelas Darwin meliputi paket kebersihan (hygiene kit), Menstrual Hygiene Management (MHM), perlengkapan pertukangan (carpenter kit), selimut dan kelambu (blanket mosquito), lampu tenaga surya (solar lighting), serta perlengkapan sekolah (school kit).
"Distribusi dilakukan secara langsung ke lokasi penerima manfaat, guna untuk memastikan ketepatan sasaran dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana," tambahnya.
Selanjutnya Darwin mengungkapkan, penyaluran bantuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh) bersama mitra Wildlife Conservation Society – Program Indonesia dan Yayasan Plan Indonesia kepada Desa yang berada di zona penyangga Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS) tersebut, juga terdapat di Kota Subulussalam dan Aceh Selatan.
Diantaranya, sebanyak 380 paket untuk 4 Desa di Kota Subulussalam. Meliputi Desa Panji, Longkib, Oboh, dan Siperkas. Selanjutnya sebanyak 655 paket diserahkan kepada 4 Desa di Kabupaten Aceh Selatan, yakni Desa Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Cot Bayu, dan Lhok Raya.
" Seluruh Desa ini kami lihat memiliki keterkaitan langsung dengan kawasan SMRS sebagai wilayah penyangga yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem,"beber Darwin.
Sebab tegas Darwin sebelum melakukan penyaluran bantuan, tim enumerator dari Plan Indonesia dan WCS Indonesia Program telah melakukan pendataan dan survei lapangan serta mengidentifikasi tingkat dampak bencana dan kebutuhan prioritas masyarakat terhadap 21 Desa/Kampung di 3 kabupaten/Kota tersebut.
Dengan kualifikasi pendataan, mencakup kondisi kerusakan, kebutuhan mendesak. Kemudian identifikasi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Guna, melalui data yang diperoleh menjadi dasar utama dalam memastikan distribusi bantuan yang tepat, efektif, dan akuntabel.
Disamping itu Darwin juga menyampaikan, peran penting dari Desa/Kampung di pilih menerima bantuan itu diharapkan mengurangi risiko bencana serupa di masa depan. Yakni melalui peran strategis dalam menjaga kelestarian kawasan SM. Rawa Singkil.
Seeta Darwin mengungkapkan
Plan Indonesia berkomitmen dalam mendukung upaya kemanusiaan yang inklusif, dengan memastikan bahwa kebutuhan kelompok rentan menjadi prioritas utama.
"Melalui dukungan ini diharapkan tidak hanya membantu pemulihan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang,"ujar Darwin.
Bahkan melalui sinergi BKSDA Aceh bersama para mitra itu, menunjukkan bahwa perlindungan kawasan konservasi seperti SM Rawa Singkil tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Demi untuk menjaga keberlanjutan bentang alam, yang bernilai tinggi bagi keanekaragaman hayati di Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....