Plus Minus Stevia, Pemanis Buatan Pengganti Gula
- 13 Jul 2024 09:50 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil : Kamu memiliki keluhan kesehatan seperti kadar gula tinggi ataupun berat badan berlebih? Saatnya mengganti kebiasaan konsumsi gula menggunakan pemanis alami yang jauh lebih sehat dan tidak mengandung senyawa yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah, yaitu stevia. Stevia merupakan tanaman daun asli dari Amerika Selatan dan kerap digunakan sebagai pemanis alami sejak ratusan tahun lalu. Dapat dikonsumsi dalam bentuk cair maupun bubuk, stevia memberikan rasa lebih manis ketimbang gula serta dapat dicampurkan pada minuman ataupun berbagai jenis makanan.
Nah, jika kamu tertarik untuk mencoba stevia, kamu sebaiknya mengetahui kelebihan dan juga kekurangan dari pemanis alami yang satu ini agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan ataupun kondisi kesehatan kamu. Untuk mengetahui selengkapnya, yuk simak ulasan Kania berikut ini!
1. Alternatif Pengganti Gula
Badan Pengatur Obat dan Makanan Amerika (FDA) telah menyatakan bahwa stevia aman digunakan sebagai pemanis alami untuk dijadikan alternatif pengganti gula. Meskipun demikian, penggunaan pemanis alami ini harus dibatasi, yakni maksimal 4 miligram per kilogram berat badan. Dengan begitu, sebaiknya kamu mengonsumsinya berdasarkan ketentuan tersebut agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
2. Nol Kalori
Berbeda dengan gula, stevia memiliki kandungan nol kalori di dalamnya. Maka dari itu, stevia sangatlah cocok dikonsumsi oleh kamu yang ingin menjaga berat badan agar tetap ideal karena tidak akan memberikan asupan kalori berlebih ke dalam tubuh. Apakah kamu tertarik?
3. Menstabilkan gula darah
Penggunaan stevia sebagai pemanis alami juga tidak dapat mempengaruhi kadar gula di dalam darah. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stevia mampu bekerja untuk turunkan kadar gula darah dalam waktu 30 menit setelah dikonsumsi. Selain itu, pemanis alami ini juga dapat tingkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga sangat aman dikonsumsi oleh para pengidap diabetes.
4. Menurunkan tekanan darah
Tak hanya memiliki manfaat untuk menjaga kadar gula darah, pemanis alami ini pun juga efektif untuk turunkan tekanan darah. Maka dari itu, kamu yang menderita penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi sangatlah cocok untuk mengganti konsumsi gula dengan stevia.
5. Tidak mengubah kadar gizi
Penggunan stevia dengan menambahkannya ke dalam minuman ataupun makanan juga tidak akan mengubah kadar gizi pada minuman dan makanan tersebut. Dengan begitu, kandungan vitamin pada makanan ataupun minuman tak akan berpengaruh meskipun kamu menambahkan stevia sebagai pemanisnya. Wah, jadi tidak sabar minum satu gelas teh dengan stevia, ya?
6. Membuat perut kembung
Meskipun penggunaan stevia memiliki banyak kelebihan, tapi kamu juga harus mengetahui kekurangan dari pemanis alami yang satu ini. Ya, jika kamu mengonsumsinya secara berlebihan, stevia dapat menyebabkan perut terasa kembung ataupun begah karena pemanis alami ini dicerna oleh bakteri yang memproduksi gas pada usus besar.
7. Interaksi Obat
Bagi kamu yang saat ini sedang mengonsumsi obat penurun tekanan darah, kamu juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi stevia. Perlu kamu ketahui, penggunaan stevia dalam jumlah terlalu banyak dikhawatirkan dapat menyebabkan efek stimulan yang membuat tekanan darah ataupun kadar gula darah menjadi lebih rendah.
8. Rasa Pahit di Lidah
Stevia memang dapat menghasilkan rasa manis hingga 300 kali lipat ketimbang gula. Namun, stevia juga bisa meninggalkan aftertaste yang cukup pahit di lidah sehingga dikhawatirkan dapat membuatmu merasa kurang nyaman saat mengonsumsinya.
Demikianlah kelebihan dan kekurangan stevia. Meskipun ada banyak kelebihannya, tapi kamu tetap harus memperhatikan kekurangan dari pemanis alami ini agar tidak mempengaruhi kondisi kesehatanmu. Sekarang, apakah kamu tertarik untuk mulai mengganti gula dengan stevia yang jauh lebih menyehatkan? Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, ya! (sumber web https://www.dekoruma.com/)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....