Rahasia Lemang Pulen dan Gurih Khas Aceh Singkil
- 29 Jun 2026 22:10 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Lemang, kuliner tradisional berbahan dasar beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu, selalu memiliki tempat spesial di hati para pencinta kuliner. Namun, di balik kelezatannya yang legendaris, membuat lemang yang pulen, gurih, dan tahan lama ternyata membutuhkan ketelatenan ekstra.
Proses pembuatannya dimulai dari pemilihan buluh bambu muda yang tepat. Bagian dalam bambu kemudian dilapisi dengan daun pisang muda agar ketan tidak lengket saat matang. Setelah itu, beras ketan yang telah dicuci bersih dimasukkan ke dalam bambu, lalu disiram dengan santan kental yang sudah dibumbui garam dan bawang putih untuk memperkuat cita rasa gurihnya.
Menurut Eka, salah seorang pembuat lemang rumahan di Simpang Kanan, Aceh Singkil, kunci utama kelezatan lemang buatannya terletak pada kualitas santan dan teknik pembakaran yang sabar alias tidak boleh terburu-buru.
"Kuncinya itu ada di santan dan apinya. Santannya harus dari kelapa tua murni agar berminyak dan gurihnya pas. Selama proses pembakaran, bambu harus rajin diputar-putar di dekat bara api," jelas Eka, Senin 29 Juni 2026.
Eka juga menambahkan pentingnya menjaga kestabilan api.
"Jangan pakai api yang terlalu besar. Kalau apinya kebesaran, bagian luarnya akan hangus, tapi ketan di dalamnya masih mentah. Proses membakar ini bisa memakan waktu tiga sampai empat jam sampai benar-benar tanak." tambahnya.
Lemang paling nikmat disajikan selagi hangat. Kuliner ini sangat fleksibel karena cocok dipadukan dengan berbagai cita rasa, mulai dari manisnya tapai ketan hitam dan durian, hingga gurihnya lauk asin seperti rendang daging.
Bertahannya kepopuleran lemang membuktikan bahwa proses tradisional yang mempertahankan resep asli akan selalu memiliki tempat tersendiri dan terus dicari oleh pemburu kuliner.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....