Cara Menyikapi dan Menanggulangi Pemanasan Global

  • 23 Agt 2024 00:06 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Singkil : Pemanasan global atau global warming adalah istilah yang menggambarkan peristiwa kenaikan suhu rata-rata daratan, lautan dan atmosfer bumi secara bertahap. Sejak 100 tahun lalu, suhu permukaan bumi mengalami peningkatan sekitar 0,6 derajat celsius. Oleh karena itu, peneliti dan ilmuwan mulai melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Pemanasan global menjadi isu global, karena tidak hanya dialami atau menimpa bangsa Indonesia saja dengan bukti di banyak kota dan desa cuaca semakin panas, melainkan hampir seluruh belahan dunia.

Pemanasan global membuat beberapa tempat di wilayah tertentu di dunia mengalami banyak perubahan ekstrim. Mulai dari mencairnya gletser abadi di kutub utara dan gunung-gunung es seperti Kilimanjaro dan Jaya Wijaya. Faktanya, gletser Pizol di Pegunungan Glarus, Switzerland Timur, bahkan telah kehilangan 80 persen dari volumenya. Jika tingkat meleleh gletser terus meningkat, maka kenaikan air laut akan berdampak pada sekitar 50 juta orang yang tinggal di kawasan rendah pantai dan kota-kota besar dunia, seperti London, New York, dan Shanghai. Fenomena lain yang terjadi ialah penurunan es di Kutub Utara sekitar 12 persen per dekade selama 40 tahun terakhir.


Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya temperatur bumi di beberapa wilayah dan perubahan iklim.

2. Mencairnya glasier sehingga permukaan air laut meningkat dan menyebabkan daerah pantai akan terendam.

3. Peningkatan suhu akan menyebabkan meluasnya kepunahan spesies dan kerusakan pada organisme dan ekosistem.

4. Hilangnya terumbu karang karena meningkatnya suhu dan pengasaman air laut. Padahal banyak spesies lain yang hidup bergantung pada terumbu karang.

5. Curah hujan dan cuaca tidak menentu, sehingga menyebabkan terganggunya hasil panen.

6. Lapisan ozon (atom oksigen pada atmosfer) menipis. Sementara, dia memiliki fungsi mengatur dan menyerap sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi, menjaga kestabilan suhu Bumi, dan melindungi dari benda-benda langit yang jatuh ke Bumi.


Cara menyikapi dan menanggulangi adalah pemanasan global sebagai berikut:

1. Konservasi lingkungan

Konservasi lingkungan dapat dilakukan dengan cara menanam pohon dan penghijauan lahan-lahan dengan kondisi yang kritis. Tumbuh-tumbuhan memiliki proses fotosintetis untuk bertahan ini. Dalam proses ini, tumbuhan dapat menghasilkan oksigen. Semakin banyaknya oksigen yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan, jumlah gas-gas karbon yang ada di atmoser akan berkurang.

2. Menggunakan Energi Alternatif

Penggunaan energi alternatif dapat mengurangi penggunaan energi bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Bahan bakar fosil menghasilkan banyak emisi gas karbon yang diakibatkan oleh proses pembakaran bahan-bahan tersebut. Energi alternatif yang bisa digunakan oleh manusia sebagai pengganti sumber energi tak terbarukan adalah energi bio-energy, energi angin, energi panas bumi, energi surya, dan sebagainya.

3. Daur Ulang dan Efisiensi Energi

Aktivitas manusia kerap kali menghasilkan gas yang mengandung karbon, contohnya penggunaan kompor minyak. Asap yang mengandung gas karbon dihasilkan oleh kompor minyak tanah naik ke udara. Oleh karena itu, penggunaan kompor minyak sebaiknya diganti dengan biogas. Biogas dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas yang berasal dari sampah organik yang telah didaur ulang.

4. Edukasi Masyarakat Mengenai Masalah Lingkungan

Masyarakat dunia perlu memiliki edukasi dan pemahaman terhadap masalah lingkungan agar sama-sama bersatu untuk menanggulangi masalah tersebut. Pemahaman mengenai pola pikir dan perilaku manusia yang berdampak kepada lingkungan diperlukan agar masyarakat memiliki kesadaran dan akan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Selain itu, masyarakat perlu menegakkan hukum mengenai perlindungan dan pelestarian lingkungan.

(sumber web https://www.djkn.kemenkeu.go.id/)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....