Akademisi Singkil, Dr. Andika Siap Jadi Pemateri Teras Literasi Pascasarjana UINSU

  • 26 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Aceh Singkil. Dosen STAI Syekh Abdur Rauf (STAISAR) Aceh Singkil, Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag, dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Teras Literasi Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan yang akan digelar pada 28 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan ilmiah bertajuk "Transformasi Digital Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Inovatif dan Berkelanjutan di Era Society 5.0" tersebut akan diikuti dosen, mahasiswa, peneliti, guru, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah. Forum ini menjadi wadah berbagi gagasan dan pengalaman tentang penguatan budaya literasi, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Andika menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Singkil. Sebagai akademisi yang mengabdi di STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, ia dinilai berhasil membawa nama daerah ke forum akademik tingkat nasional melalui kiprahnya dalam bidang penelitian, pendidikan Islam, dan pengembangan inovasi digital.

Dalam forum tersebut, Dr. Andika akan memaparkan pengalaman mengembangkan penelitian berbasis Research and Development (R&D), mulai dari proses analisis kebutuhan, penyusunan desain produk, validasi ahli, hingga implementasi hasil penelitian agar mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

"Transformasi digital bukan sekadar memanfaatkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu menjawab kebutuhan pendidikan dan menghadirkan solusi yang dapat diterapkan oleh masyarakat," ujar Dr. Andika Cibro, Sabtu, 25 Juli 2026.

Papan informasi jadwal dan narasumber bkegiatan Teras Literasi Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan yang akan digelar pada 28 Juli 2026 mendatang, foto : Dr. Andika/Dok untuk RRI

Menurut Dr. Andika, namanya mulai dikenal di lingkungan akademik setelah berhasil menyelesaikan studi doktor di Pascasarjana UINSU dengan predikat Cumlaude sekaligus dinobatkan sebagai Wisudawan Terpuji pada Wisuda ke-87 UINSU tahun 2025.

Kemudian nelalui disertasinya, ia mengembangkan Aplikasi Pramuka Pesantren, sebuah produk digital yang dirancang untuk mendukung pembinaan karakter santri melalui kegiatan kepramukaan di pesantren. Produk tersebut dinilai memiliki nilai kebaruan karena mengintegrasikan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah ke dalam sistem pembinaan santri berbasis teknologi digital.

Penelitian yang menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE itu tidak hanya menghasilkan aplikasi digital. Serta Dr. Andika juga menyusun Guidance Book, Material Book, Manual Book, hingga buku hasil konversi disertasi yang seluruhnya telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

" Penelitian semestinya tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu melahirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna,"tambahnya.

Selanjutnya terang Dr. Andika melalui semangat tersebut kemudian melahirkan berbagai inovasi lain yang dikembangkan bersama sejumlah mahasiswa dan peneliti, di antaranya SADA (Satu Data Dayah) untuk pengelolaan data santri dan administrasi pesantren, E-Masrupat sebagai sistem pengelolaan administrasi keuangan dan unit usaha pesantren, SKPI Digital untuk penerbitan Surat Keterangan Pendamping Ijazah berbasis web, serta E-Book Panduan TKK Keagamaan bagi kegiatan kepramukaan di sekolah Islam dan pesantren.

Ditempat terpisah, Direktur Pascasarjana UINSU, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, menilai Dr. Andika merupakan salah satu alumni yang mampu menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat diwujudkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami melihat Dr. Andika sangat serius menjalankan setiap tahapan penelitian. Ia tidak hanya menghasilkan inovasi digital, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga sehingga hasil penelitiannya memperoleh dukungan luas dan siap diimplementasikan," ujar Prof. Nurussakinah.

Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari kecanggihan produk yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan peneliti membangun kolaborasi dengan berbagai pihak serta memastikan produk tersebut benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

Kemudian ia menambahkan, sosok Dr. Andika menjadi contoh bahwa akademisi dari daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil di forum ilmiah nasional selama terus berkarya, melakukan riset yang berkualitas, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

Bagi Aceh Singkil, kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Andika merupakan sebuah kebanggaan. Kiprahnya sebagai dosen STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil menunjukkan bahwa sumber daya akademik dari daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.

Informasi yang berhasil dihimpun, Selain Dr. Andika, dalam kegiatan Teras Literasi Pascasarjana UINSU juga menghadirkan Prof. Dr. Mardianto, M.Pd, Guru Besar Teknologi Pendidikan UINSU.

Kegiatan ini nantinya akan dibuka oleh Direktur Pascasarjana UINSU Prof. Dr. Nurussakinah Daulay serta didampingi Wakil Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Salamuddin, M.A.

Kemudian dengan nelalui forum ilmiah ini, Pascasarjana UINSU diharapkan dapat memperkuat budaya literasi, penelitian, dan inovasi, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak akademisi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan melalui riset yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....