Ini Waktu Tepat Ganti Ban Sepeda Motor

  • 13 Nov 2025 10:32 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : Ban adalah satu-satunya komponen sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan aspal. Kondisi ban yang prima mutlak diperlukan demi keselamatan. Mengganti ban pada waktu yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga faktor kunci dalam mencegah kecelakaan, terutama di musim hujan.

Banyak pengendara yang menunggu hingga ban benar-benar gundul atau kempes parah sebelum memutuskan untuk mengganti. Ada beberapa tanda jelas yang jauh lebih penting daripada sekadar jarak tempuh untuk menentukan kapan saatnya ban motor wajib diganti.

Menurut Edi Suwarno, salah seorang pemilik bengkel di Desa Blok VI Baru, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, batas ideal penggantian ban bisa dilihat dari beberapa aspek, tidak hanya jarak tempuh.

"Banyak yang datang ke sini bannya sudah mulus sekali (gundul). Padahal, ban itu dirancang dengan alur agar air bisa dibuang saat hujan. Kalau sudah gundul, risiko tergelincir itu besar sekali", ujar Edi, Kamis (13/11/2025).

Edi menyebutkan tiga gejala utama yang harus segera disadari pengendara:

Pertama, TWI Sudah Sejajar Tapak Ban. "Cek tanda segitiga kecil di samping ban, itu namanya TWI (Tread Wear Indicator). Kalau tapak ban yang gundul sudah sejajar dengan tanda TWI itu, artinya ban sudah mencapai batas aus legal dan wajib ganti. Jangan ditunda lagi", ungkap Edi.

Kedua, Ban Timbul Benjolan atau Retak. "Kalau di dinding atau permukaan ban ada benjolan, sekecil apa pun itu, itu tanda ada benang konstruksi di dalam ban yang sudah putus. Itu bom waktu, bisa pecah mendadak. Begitu juga kalau ada retak-retak halus (getas), karet ban sudah keras dan daya cengkeramnya hilang", tambahnya.

Ketiga, Sering Bocor Halus dan Ditambal Berkali-kali: "Satu ban itu idealnya jangan lebih dari dua atau tiga kali tambal. Kalau sudah keseringan bocor halus, itu menandakan dinding ban sudah tipis dan strukturnya lemah. Lebih baik ganti baru. Ban yang sudah ditambal berkali-kali itu sangat rentan pada benturan keras", tegas Edi.

Edi juga menekankan pentingnya usia ban, bahkan untuk motor yang jarang digunakan.

"Kompon karet itu punya umur. Idealnya, ban motor maksimal dipakai 2 tahun dari tanggal produksi, meskipun jarang jalan. Setelah dua tahun, karetnya mengeras, jadi kayak plastik, daya grip-nya hilang. Motor jadi terasa oleng atau goyang saat menikung, walau kembangan ban masih tebal", jelasnya.

Ia mengimbau agar pengendara rutin memeriksa tekanan angin dan kondisi fisik ban setiap satu minggu sekali. Perhatian kecil ini bisa menjadi pembeda antara perjalanan aman dan potensi kecelakaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....